Bangsa Indonesia sangat kehilangan sosok seperti Buya Syafii Maarif yang senantiasa mengajarkan untuk Bersaudara dalam Perbedaan, dan Berbeda dalam Persaudaraan.
Buya Syafii pantas dianggap sebagai salah satu guru bangsa.
Menurut Kapolri, kegiatan ini mewakili komitmen dari Polri yang terus berbenah dan memperbaiki diri dalam memberikan wadah ataupun membangun ruang demokrasi bagi masyarakat yang positif demi menjaga persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.
Ketua DPR RI Puan Maharani berduka atas wafatnya Buya Syafii Maarif.
HNW menyampaikan sejarah peran-peran yang telah dilakukan oleh pesantren, ulama, kiai, dan santri, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa di tengah keberagaman.
Puan menekankan pentingnya seluruh bangsa untuk bertindak melakukan aksi nyata mengatasi masalah-masalah kebencanaan.
Keluarga yang harmonis, kuat, dan bahagia, pada akhirnya akan menopang kedaulatan dan kekuatan sosial bangsa Indonesia.
Berdirinya NKRI merupakan jasa para pejuang, syuhada bangsa dan tokoh tokoh bangsa lainnya yang multietnis dan menyepakati Pancasila sebagai dasar negara.
“Mbak Puan Maharani sampai saat ini menjadi role model atau barometer tokoh bangsa yang kaya akan pengalaman,”
Bowen Tendang Sancho dan Rashford dari Timnas Inggris