Selama tiga setengah tahun, dalam kurun waktu 2017 sampai 2020 Kementan berhasil melakukan inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 13.868.641 ekor
Tim BBPTU-HPT Baturraden telah melakukan kegiatan verifikasi calon penerima dan calon lokasi (CPCL) program Kegiatan Pengembangan Ruminansia Ternak Potong TA 2020 pada bulan Juli lalu.
Penyediaan pangan asal ternak yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik, serta memenuhi persyaratan keamanan, kesehatan, dan kehalalan menjadi tantangan bagi seluruh stakeholders peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Tercatat sampai dengan 27 Juli 2020 Tahun 2020 secara Nasional, program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 Akseptor, Bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor.
Perbaikan mutu bibit dan genetik ternak diperlukan untuk mendukung pemenuhan kecukupan protein hewani yang berasal dari produk hewan dalam negeri sesuai amanat Permentan Nomor 17 Tahun 2020.
Pelaksanaan pengawasan ini dilalukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
Pengukuran Berat Badan (PBB) ternak umumnya dilakukan untuk mengetahui perkembangan ternak sehingga dapat dimonitor dampak dari satu intervensi teknologi atau perbaikan manajemen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Struktur Ongkos Usaha Ternak (Sout), sebagian besar kepemilikan sapi potong merupakan usaha dalam skala besar.
Syahrul juga menyerahkan bantuan diantaranya bantuan alsintan traktor dan cultivator, benih jagung hibrida, Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Kerbau, dan KUR dari berbagai bank penyalur.