Sistem ini sudah didiklatkan kepada 15.422 madrasah yang menjadi pilot project pada 2020, untuk selanjutnya diaplikasikan tahun depan.
Tambahan anggaran yang diusulkan dan disetujui sekitar Rp890 miliar. Anggaran ini akan didistribusikan untuk BOS 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA.
Ketiga skema tersebut ialah, pertama pembelajaran jarak jauh (PJJ) murni, dengan memanfaatkan pembelajaran virtual baik melalui konferensi video maupun e-learning madrasah.
Gambaran itu, lanjut Ramdhani, diperoleh setelah Kemenag bersama UNICEF Indonesia, GIZ, dan SNV Indonesia berhasil menganalisa data Education Management Information System (EMIS) dan menghasilkan Profil Sanitasi Madrasah 2020.
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah akan mengembangkan madrasah berbasis riset.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan anggaran untuk bantuan tersebut saat ini dalam proses pengalihan dari Kementerian Tenaga Kerja ke Kementerian Keuangan, untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Agama.
Dalam e-learning madrasah sudah tersedia aneka fitur yang dirancang untuk kebutuhan pembelajaran khas madrasah.
Jumlah ini terdiri atas 3.460 pendaftar dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 2.140 jenjang Madrasah Aliyah (MA).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menyebut, Google dalam kerjasama ini menyediakan platform teknologi dalam bentuk identitas digital dan aplikasi.
Dalam keterangannya, Zainut menerangkan bahwa anggaran BOS 2020 sama nilainya dengan alokasi BOS 2019.