Peneliti dari Binghamton University, State University of New York (SUNY), berhasil membongkar misteri yang selama puluhan tahun hanya jadi bahan spekulasi: mengapa kulit yang menua membentuk kerutan. Temuan mereka tak hanya menegaskan dugaan lama, tapi juga menghadirkan bukti eksperimental nyata untuk pertama kalinya.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi dua ancaman utama yang dihadapi umat manusia di masa depan, yaitu misinformasi dan disinformasi
Di masa depan ketika manusia hidup di luar Bumi, kebutuhan akan makanan segar menjadi tantangan nyata. Proyek Moon-Rice, yang digagas sejumlah ilmuwan Italia, tengah mengembangkan varietas padi mini
Tapi kenapa waktu terasa makin melesat seiring bertambahnya usia? Ilmuwan kini punya jawaban yang menarik, dan penjelasannya jauh dari sekadar perasaan subjekti
Tim ilmuwan berhasil membuat lebih dari 13.000 spin nuklir saling terhubung secara kuantum, fondasi baru internet kuantum
Para ilmuwan menemukan jamur yang secara alami dapat `memakan` emas—dan potensi penggunaannya bisa menjangkau hingga asteroid di luar angkasa.
Ilmuwan menyebut lapisan ini sebagai “human oxidation field”, atau medan oksidasi manusia – semacam perisai kimia yang membersihkan udara yang kita hirup secara alami.
Meskipun belum dipastikan apakah bakteri ini berbahaya, kaitannya dengan Niallia circulans—spesies yang dapat menyebabkan infeksi serius pada individu dengan sistem imun lemah—menjadi perhatian. Para ilmuwan tengah membandingkan keduanya untuk melihat perbedaan genetik, ketahanan terhadap radiasi, dan tingkat virulensinya.
Tidur tidak teratur bukan cuma bikin lesu, tapi juga bisa mempercepat penuaan otot secara signifikan. Para ilmuwan kini menemukan bahwa “jam biologis” atau ritme sikardian dalam sel otot memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan massa otot seiring bertambahnya usia.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa rekursi – kemampuan untuk menyusun frasa dalam frasa – merupakan karakteristik yang menentukan bahasa manusia. Namun, penelitian baru menantang pandangan ini, yang menunjukkan bahwa orangutan liar juga menggunakan komunikasi rekursif.