Hal ini mengikuti peringatan oleh Presiden AS, Joe Biden dan pejabat pemerintah lainnya tentang ancaman ISIS terhadap operasi evakuasi ketika kerumunan memadati gerbang bandara,
NATO mendesak sejumlah negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, supaya membuka perbatasan darat guna melancarkan proses evakuasi dari negara tersebut.
Kelompok Taliban yang menguasai Afghanistan saat ini, menolak usulan perpanjangan evakuasi warga asing dari negara tersebut. Seluruh proses evakuasi harus sudah diselesaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan, yaitu 31 Agustus 2021.
Pemerintah Jepang akan mengirim sebuah pesawat militer ke Afghanistan pada Senin (23/8), untuk membawa kembali warganya.
Sebanyak 16 diantaranya staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kabul dan 10 non-staf KBRI di Kabul.
Selain itu, lanjutnya, semestinya evakuasi ini juga bukan berarti Indonesia melarikan diri dari tanggung jawab dalam keterlibatan untuk menghadirkan perdamaian dunia, tetapi juga sebagai perwujudan dari amanat konstitusi.
Berita itu muncul ketika para pejabat Amerika mengkonfirmasi operasi evakuasi dari Afghanistan terhenti selama sekitar tujuh jam pada hari Jumat, karena pangkalan penerima di Qatar meluap dan tidak dapat menampung para pengungsi.
Dalam sebuah video yang mengerikan dari bandara pada Senin, ratusan orang terlihat berlari di samping pesawat Angkatan Udara AS saat pesawat itu semakin cepat di landasan - beberapa pria mati-matian berpegangan di samping.
Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengizinkan maskapai penerbangan domestik dan pilot sipil, terbang ke Kabul, Afghanistan, untuk melakukan penerbangan evakuasi atau bantuan, jika telah mendapatkan persetujuan Departemen Pertahanan AS.