PMI di Arab Saudi mengalami nasib memprihatinkan di tengah pandemi Covid-19. Mereka tidak digaji dan terancam di PHK dari tempat bekerjanya.
Saudi akhirnya resmi menghapus hukuman cambuk (Ta`zir) pada Selasa (19/5) menurut keterangan Kementerian Kehakiman.
Kementerian Dalam Negeri (MOI) Saudi mengatakan, terdapat sejumlah konsekuensi berbeda-beda bagi para pelanggar protokol Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Saudi.
Dari kasus-kasus baru, 25% pasien adalah perempuan, 11% adalah anak-anak, 86% adalah orang dewasa di bawah usia 65 tahun, dan 3% di atas usia 65 tahun.
utang nasional Saudi telah meningkat 1.500% sejak Raja Salman berkuasa pada tahun 2015 lalu.
250.000 pekerjaan di Saudi Arabian Airlines diperkirakan akan hilang karena tindakan yang diambil oleh keluarga kerajaan.
Seluruh pusat perbelanjaan di Arab Saudi akan kembali ditutup pada akhir Ramadan atau 22 Mei mendatang.
Saat ini, ada 26.935 kasus COVID-19 aktif yang menerima perawatan di rumah sakit Arab Saudi, 147 di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, pelonggaran pembatasan saat ini akan berlanjut sampai akhir Ramadan.
UAE telah mencatat 19.661 kasus infeksi COVID-19 dan 203 kematian, angka kematian tertinggi kedua setelah Arab Saudi dari enam negara Teluk.