Rusia tidak terima ultimatum Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Pernyataan Kocijancic muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan cuitan di media sosial yang terkesan mengancam.
Trump bersedia terlibat dalam negosiasi dengan Iran, jika Negeri Para Mullah itu sudah siap di tengah tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.
Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk berbicara kepada Teheran dengan hormat.
Kunjungan bilateral ini terdapat beberapa kesepakatan penting, diantaranya pembahasan ekspor impor dua negara.
Erdogan menekankan, pembelian sistem S-400 Rusia oleh Rusia adalah kesepakatan yang dilakukan dan bahwa Ankara sama sekali tidak mundur pada masalah S-400 di bawah Ancaman AS.
Nada melunak kedua negara ini sangat kontras dengan tindakan Washington dan Teheran di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Zarif mengatakan berbicara dengan para pejabat China terkait hubungan bilateral dan berbagai masalah-masalah yang mengancam.
Menteri Luar Negeri Javad Zarif mengatakan Teheran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington tetapi sebaliknya akan bertindak dengan hati-hati menyusul penyebaran perangkat keras militer AS baru-baru ini ke wilayah Teluk.
Iran mengatakan penerapan kembali sanksi AS tidak dapat diterima.