Begitu juga harga jual kembali atau buyback juga naik Rp4.000 menjadi Rp809.000 per gram
Tuntutan mereka tersebut sudah sejak lama disuarakan, tapi menjadi semakin kuat karena adanya kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif ojol.
Pemerintah terus berupaya untuk menjaga inflasi, yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan juga inflasi pangan.
Apabila pemerintah tidak peduli dengan nasib mereka, maka dapat dipastikan mereka akan terpaksa menggunakan gas non subsidi yang berakibat kenaikan pada harga jual mereka. Yang pada akhirnya akan menekan rakyat selaku konsumen dari produk mereka.
Konsumsi BBM bersubsidi jenis pertalite hingga solar dilaporkan menurun hingga 10-13 persen.
Pastikan harga bapok stabil, Mendag Zulhas kunjungi Pasar Badung Bali
Puan lalu membeli beras Pandan Wangi dan beras IR. Sambil membeli, ia menanyakan soal kenaikan harga beras.
Harga penjualan kembali atau buyback turun Rp3.000 menjadi Rp 805.000 per gram
Selain memuat tentang harga beli listrik dan insentif pengembangan energi terbarukan, menurut Mukhtarudin, Perpres ini juga mengatur tentang pelarangan pembangunan Pembangkit Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara serta percepatan memensiunkan PLTU.
Pada periode ini hampir semua operator minyak menurunkan harga BBM. Tapi anehnya Pemerintah malah menaikkan harga BBM bersubsidi.