gerilyawan Hayat Tahrir al-Sham (nama lain dari kelompok ekstremis Jabhat al-Nusra yang dilarang di Rusia) bersama dengan Helm Putih telah merencanakan provokasi
Sejumlah oknum itu adalah kelompok teror Organisasi Mujahidin-e Khalq (MKO) dukungan Amerika Serikat (AS), para royalis dan juga separatis.
Kelompok pertama pasukan AS sudah tiba di Arab Saudi, dan sisanya akan tiba dalam beberapa minggu ke depan.
Kelompok pembobol koper penumpang pesawat di Bandara Soetta berhasil diamankan kepolisian. Ini tampangnya.
Kelompok itu mengatakan kecewa karena Xavier hanya mengirim seorang asisten untuk menemui mereka. Padahal Xavier diklaim sedang berada di dalam Gedung yang sama mereka datangi.
Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel, saat disandera, satu kapal keruk Korsel sedang ditarik oleh satu kapal Korea lainnya, dan satu kapal berbendera Saudi.
Para pejabat pemilihan lokal, seperti Ratnajeevan Hoole, khawatir tentang kekerasan yang menargetkan kelompok-kelompok semacam itu.
Serangan itu terjadi di distrik al-Bab Suriah utara, yang dikendalikan oleh pejuang oposisi yang didukung Turki.
Mereka (kelompok 212) istilahnya bukan kelompok bersenjata atau kelompok yang melakukan bom bunuh diri.
Terjadinya peristiwa peledakan Bom membuktikan bahwa kelompok teroris masih berada dimana-mana dan perlu diwaspadai oleh seluruh elemen bangsa Indonesia.