Relawan Jokowi mengkritik keras Erick Thohir dan Menpora yang mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum dan Waketum PSSI.
Pemilihan Ketua Umum PSSI Tanpa Persiapan Matang
Dari hasil polling di media sosial, Erick Thohir merajai perolehan suara kandidat calon Ketua PSSI.
da lima sosok yang bersaing yakni AA La Nyalla Mattalitti, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, Erick Thohir dan Fary Djemy Francis
Gus Muhaimin meminta PSSI untuk mengkaji kembali keputusan penghentian Liga 2 dan Liga 3.
Hadirnya FAPSI ini seperti arus besar yang akan membawa banyak aspirasi masyarakat pecinta sepak bola Indonesia. Jika selama ini aspirasi netizen atau suporter tidak didengarkan, mungkin melalui para akademisi yang ikut bersuara, akan didengarkan dan dijadikan pertimbangan kebijakan bagi stakeholder terkait dalam mewujudkannya.
Amburadulnya kompetisi liga indonesia tentu menunjukkan orang-orang di tubuh PSSI itu tidak profesional dan tidak berkompeten dalam mengurus sepak bola nasional.
Saya tidak heran, karena pemain sehebat apapun, pelatih secanggih apapun itu tidak punya arti jika kualitas kompetisi liganya jelek ditambah di bawah kepemimpinan federasi sepak bola yang buruk.
Saya cek negara-negara yang ikut Piala Dunia. Dari 32 negara kemarin yang ikut di Qatar 2022, semuanya boleh dibilang masuk 50-60 ranking FIFA. Saya lihat ranking pada hari ini itu paling rendah Qatar di peringkat 60 setelah sebelumnya peringkat 50, turun 10 tingkat karena kan kalah terus di Piala Dunia 2022.
Saya setuju kasus Kanjuruhan ini membuka tabir kelam kondisi sepak bola Indonesia. Ternyata banyak sekali masalahnya yang harus dibenahi. Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah kondisi stadion yang tidak layak standar keamanan FIFA, tapi dipaksakan untuk dipakai. Ini kan bahaya sekali.