Selamat Hari Raya Iduladha 1446 H. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberkahi bangsa Indonesia dengan persatuan, kemakmuran, dan kedamaian.
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan istimewa dalam Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab.
Bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah, menjadi salah satu momen paling istimewa dalam Islam. Tak hanya menandai penyelenggaraan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, Dzulhijjah juga termasuk dalam Al-Asyhurul Hurum — empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.
Zulkaidah atau Dzulqa’dah, bulan ke-11 dalam kalender Hijriah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan menjelang Idul Adha ini termasuk dalam asyhurul hurum—empat bulan suci yang dimuliakan, bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Apitan diselenggarakan setiap bulan Zulkaidah, dalam kalender Islam atau Hijriah, yang dalam penanggalan Jawa dikenal sebagai bulan Apit atau Hapit. Nama ini merujuk pada posisi bulan yang berada “terjepit” di antara dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.
Dzulqa’dah atau dalam bahasa Indonesia disebut Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah, terletak di antara bulan Syawal dan Dzulhijjah. Bulan ini juga terletak antara dua hari raya umat Islam, Idulfitri dan Iduladha.
Bulan Dzulqa`dah merupakan salah satu bulan mulia dan sakral dalam Islam yang memiliki beberapa keutamaan di dalamnya. Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan bagi umat Islam di bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini.
Momentum bulan Syawal 1446 Hijriah dimanfaatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dengan silaturahim sekaligus Halal Bihalal ke sejumlah Kiai dan Nyai sepuh di Banyuwangi, Situbondo dan Jember.
Bulan Sawal, dalam sistem penanggalan Jawa, atau Syawal dalam kalender Hijriah, bukan sekadar nama dalam kalender. Ia merekam sejarah panjang asimilasi budaya—Islam, Hindu-Buddha, Jawa kuno, hingga pengaruh barat—dalam satu sistem penanggalan yang khas dan sarat makna
Bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah ini, selain dikenal sebagai bulan kemenangan, juga dikenal sebagai bulan kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal atau puasa enam hari di bulan Syawal.