Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, mengajak para akademisi, praktisi pendidikan, widyaiswara, pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program untuk berpartisipasi.
Kementan mengharapkan hadirnya akademisi untuk mengembangkan program super prioritas pertanian nasional ini.
Semua proses pembangunan pertanian di Indonesia membutuhkan peran para akademisi, para peneliti, dan profesor serta guru besar termasuk perguruan tinggi di seluruh pelosok tanah air.
Pendapat dan pandangan akademisi ini menjadi masukan dan bahan pertimbangan serta kajian bagi MPR terkait dengan haluan negara.
Para pakar dan akademisi yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia, Aliansi Kebangsaan, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, memiliki pandangan bahwa Indonesia harus memiliki haluan negara.
Pengembangan sektor pertanian dalam arti luas harus menjadi fokus utama pemerintah ke depan.
Selama ini kita terus melakukan pendalaman materi dan berkomunikasi dengan seluruh komponen bangsa.
Food estate akan melibatkan seluruh stakeholder, dari petani, pemerintah, akademisi hingga swasta untuk membangun kawasan pertanian skala besar.
Guru besar dan para akademisi adalah orang-orang yang terpercaya untuk mengkaji berbagai isu strategis di negeri ini sebab mereka menggunakan pendekatan yang ilmiah dan objektif.