Akses pendidikan yang adil dan layak masih menjadi kemewahan bagi sebagian anak Indonesia di daerah terpencil. Banyak sekolah di pelosok berdiri tanpa guru tetap, tanpa listrik, tanpa jaringan internet, bahkan tanpa bangku yang memadai.
Tanggal 1 Mei selama ini dikenal luas sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day, sebuah momentum penting untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Namun, peringatan ini bukanlah satu-satunya yang layak dicatat di kalender global dan nasional.
Anggota MPR RI ini tegaskan warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
Selain RA Kartini berikut adalah 4 tokoh perempuan Indonesia pelopor pendidikan yang kisahnya layak dikenang—dan dijadikan inspirasi lintas generasi.
Hari Hemofilia Sedunia atau World Hemophilia Day, yang diperingati secara global setiap 17 April, merupakan sebuah momen untuk meningkatkan kesadaran tentang gangguan pendarahan bawaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap diagnosis dan perawatan yang layak masih menjadi tantangan global.
Muda dan lincah, kata-kata ini layak disematkan kepada wonderkid Paris Saint-Germain (PSG), Desire Doue.
Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif strategis nasional yang bertujuan memberikan hunian layak bagi para pejuang dan keluarga mereka.
Hari Anak Jalanan Internasional atau International Day for Street Children, yang diperingati setiap tanggal 1 April, merupakan sebuah momen penting untuk menyoroti kondisi jutaan anak yang tumbuh besar di jalanan, jauh dari kehidupan yang layak dan penuh kasih sayang sebagaimana dijanjikan dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak tahun 1989.
Shaun Wright-Phillips menilai bahwa manajer Nottingham Forest, Nuno Espirito Santo, lebih layak menyandang predikat manajer terbaik.
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kapal yang digunakan dalam kondisi layak, aman dan nyaman bagi para penumpang.