https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rayakan Ulang Tahun ke 52, Cak Imin Adakan Pengajian Kitab Kuning

Herwin Wijaya | Kamis, 27/09/2018 06:05 WIB



Memperingati ulang tahunnya ke 52, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menggelar pengajian Kitab Kifayatul Atqiya Memperingati ulang tahunnya ke 52, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menggelar pengajian Kitab Kifayatul Atqiya, Acara tersebut berlangsung di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra Jakarta Selatan, Rabu (26/9) malam.

Jakarta - Memperingati ulang tahunnya ke 52, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menggelar pengajian Kitab Kifayatul Atqiya. Acara tersebut berlangsung di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra Jakarta Selatan, Rabu (26/9) malam. Ikut hadir dalam acara tersebut Menristekdikti M. Nasir dan Menakertrans Hanif Dhakiri.

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar antara lain mengajak jamaah pengajian kitab kifayatul Atqiya terus mempererat tali silaturrahmi. Karena silaturrahim, sangat penting dalam mempertahankan persaatuan. Silaturrahmi juga menjadikan umur panjang dan dimudahkan dalam mencari rezeki. Dan untuk bersilaturahmi, salah satunya caranya adalah dengan mengikuti pengajian kitab Kifayatul Itqiya.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

"Bagi para politikus, caleg dan kader, mengaji kitab Kifayatul Atqiya berarti kembali ke kitab-kitab kuning. Kita memang perlu sejenak merenung, sebelum kembali pada rutinitas", kata Muhaimin menambahkan.

Pada kesempatan itu, Cak Imin menerima dua kado dari koleganya berupa buku perjalan dan karier politik serta biografi seorang Muhaimin Iskandar.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Sementara itu, KH. Abdus Salam Shohib yang membedah isi kitab Kifayatul Atqiya antara lain mengatakan, dalam menjalankan hidup setiap muslim harus memiliki sikap qonaah, yang berarti mau menerima keadaan. Qonaah penting, karena dapat menghadirkan ketenangan.

"Orang kaya tidak akan merasa merdeka jika dia memiliki sifat tamak. Setiap hari merasa kurang, dan ingin menambah kekayaannya. Sementara orang yang hidupnya pas-pasan, dapat merasa merdeka jika memiiki sifat qonaah", kata Abdus Salam menambahkan

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Kitab Kifayatul Atqiya

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777