https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR Prihatin Pengeroyokan Tewaskan Suporter Jakmania

Herwin Wijaya | Rabu, 26/09/2018 20:40 WIB



peristiwa perkelahian antar suporter itu bukan hanya terjadi di Indonesia. Perkelahian suporter sepakbola juga terjadi di negara-negara maju. MPR

Palangkaraya - Wakil Ketua MPR Mahyudin merasa prihatin dengan peristiwa pengeroyokan yang dilakukan suporter Bobotoh (Persib) yang menewaskan suporter Jakmania Haringga Sirla (23 tahun). MPR berharap peristiwa itu menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi.

"Kita prihatin dengan peristiwa itu. Kita sesama anak bangsa adalah bersaudara. Saya berharap kejadian itu tidak berulang. Jangan sampai saudara sendiri dianiaya seperti itu," katanya usai menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR kepada mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (26/9/2019).

Menurut Mahyudin, peristiwa pengeroyokan itu disebabkan karena fanatisme yang berlebihan. "Rasa primordialisme dan fanatisme masih terlalu kuat di masyarakat kita. Karena itu MPR mencoba menanamkan nilai-nilai Pancasila, rasa kebersamaan sebagai anak bangsa. Dengan sosialisasi Empat Pilar MPR kita menanamkan nilai-nilai itu ke masyarakat," paparnya.

Baca juga :
Angkat Trofi Liga Inggris, Arteta Tak Sangka Pesta Juara Bakal Sebesar Ini

Mahyudin mengakui bahwa peristiwa perkelahian antar suporter itu bukan hanya terjadi di Indonesia. Perkelahian suporter sepakbola juga terjadi di negara-negara maju. "Saya kira persoalannya hanya karena fanatisme dukungan. Koordinator suporter seharusnya bisa mengawasi, menjaga, dan memberikan pemahaman kepada anggotanya," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Mahyudin, faktor keamanan juga penting. Aparat kepolisian seharusnya bisa melakukan pengamanan dengan baik setiap event-event pertandingan sepakbola seperti itu.

Baca juga :
Carrick Sebut Fondasi Skuad Muda MU Tak Ternilai Harganya

"Kalau ada event seperti itu, penyelenggara harus mempersiapkan faktor keamanan. Penonton sudah memenuhi stadion beberapa jam sebelum pertandingan. Jadi keamanan lebih dulu siap," ucapnya.

Mahyudin berpendapat penghentian sementara pertandingan Liga bukan langkah yang bijak. Sebab, jika pertandingan dihentikan maka prestasi sepakbola Indonesia bisa menurun.

Baca juga :
Mohamed Salah dan Andy Robertson Resmi Berpisah dengan Liverpool

"Tidak bijak juga kalau misalnya liga dihentikan. Saya kira ini lebih pada masalah teknis keamanan. Apa yang sudah terjadi harus menjadi pelajaran untuk pertandingan-pertandingan berikutnya lebuh baik lagi," pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Mahyudin Sepakbola

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777