https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Cambridge Anaytica Ajukan Pailit di AS

Mutiul Alim | Sabtu, 19/05/2018 08:10 WIB



Tuduhan pada Maret lalu memperlihatkan bahwa Cambridge Analytica, yang disewa oleh tim kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump, menggunakan data 87 juta pengguna Facebook secara ilegal Cambridge Analytica (Foto: CNET)

New York – Perusahaan konsultan politik yang terkena kasus skandal keamanan data pengguna Facebook, Cambridge Analytica, mengajukan kepailitan Bab 7 di Amerika Serikat pada Jumat (18/5) malam.

Tuduhan pada Maret lalu memperlihatkan bahwa Cambridge Analytica, yang disewa oleh tim kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump, menggunakan data 87 juta pengguna Facebook secara ilegal mulai 2014.

Cambridge Analytica dan perusahaan induknya, SCL Elections Ltd mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan segera tutup dan memulai proses pailit setelah mengalami penurunan tajam dalam bisnis.

Baca juga :
Hingga 18 Mei 2025, Pemerintah Telah Tangani 380 Ribu Konten Pornografi

Petisi untuk mengajukan pailit diajukan di Pengadilan Kepailitan AS di Distrik Selatan New York dan ditandatangani atas nama dewan Cambridge Analytica oleh Rebekah dan Jennifer Mercer, putri miliarder Robert Mercer. Keluarga Mercer adalah salah satu donatur terbesar Trump.

Cambridge Analytica LLC memiliki aset di kisaran 100,001 - 500.000 dolar AS dan kewajiban dalam kisaran 1 juta - 10 juta dolar AS.

Baca juga :
Pimpinan Komisi III Kecam Kasus Fantasi Sedarah: Tegakan Hukum Tanpa Kompromi

Cambridge Analytica yang berbasis di London diciptakan pada 2013 pada awalnya dengan fokus pada pemilihan umum AS, dengan dana 15 juta dolar AS dari Mercer dan disewa oleh mantan penasihat Gedung Putih Trump Steve Bannon, menurut laporan oleh New York Times.

Facebook telah menghadapi banyak penyelidikan di Amerika Serikat dan Eropa terkait penanganan data pribadi pengguna, merugikan saham perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg.

Baca juga :
Gerak Cepat Polisi Tangkap Pelaku Grup Inses Diapresiasi

Zuckerberg telah muncul di hadapan komite kongres AS untuk memberi kesaksian tentang keamanan data dan akan segera bertemu dengan para pemimpin Parlemen Eropa.

Facebook mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah menangguhkan sekitar 200 aplikasi dalam tahap pertama peninjauannya pada aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data pengguna sebelum perusahaan membatasi akses data. (Ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Cambridge Analytica Facebook

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777