https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Produk Tembakau Alternatif Bisa Kurangi Jumlah Perokok

Mutiul Alim | Kamis, 29/03/2018 14:55 WIB



Produk yang dimaksud ialah produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Ilustrasi rokok

Jakarta - Produk tembakau alternatif dinilai dapat menurunkan jumlah perokok di Tanah Air. Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Dr drg Amaliya MSc PhD mengatakan, produk yang dimaksud ialah produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar.

Hasil penelitian dari Public Health of England membuktikan bahwa produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dapat menurunkan risiko kesehatan hingga 95 persen.

Juga, studi dari Georgetown Universoty Medical Center Amerika Serikat mengatakan, sebanyak 6,6 juta orang di Amerika Serikat memiliki potensi terhindar dari kematian dini, bila perokok beralih ke produk tembakau alternatif.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC

"Ragam bukti ilmiah dapat menjadi dasar untuk menggalakkan penelitian lebih lanjut di Tanah Air. Dari hasil penelitian tersebut, kami melihat potensi produk tembakau alternatif yang pada akhirnya dijadikan fondasi untuk menyusun kebijakan," kata Amaliya, Kamis (29/3) di Jakarta.

"Kami sangat setuju, bahwa di dalam kebijakan tersebut harus memuat aturan spesifik terkait ketentuan dan informasi produk, sehingga dapat membantu perokok memilih produk tembakau dengan risiko lebih rendah. Selain itu, memastikan bahwa produk ini tidak dapat diakses oleh anak-anak," imbuh dia.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK

Pemerintah, kata dia, juga harus membandingkan bagaimana hasil perubahan di negara maju dan bagaimana potensinya di Tanah Air.

Menurut Amaliya, pemerintah sebaiknya tidak menutup mata terhadap potensi yang sebenarnya memiliki dampak baik bagi perokok atau malah mempersulit masyarakat untuk memilih produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Baca juga :
Ini Lima Manfaat Melakukan Meditasi di Pagi Hari

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dr Mariatul Fadhila mengatakan, pihaknya mendukug upaya pemerintah dalam mencari solusi untuk mengurangi jumlah perokok, salah satunya dengan mendorong penelitian lebih lanjut di Indonesia tentang produk tembakau alternatif.

"Penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan yang paling sesuai dengan kondisi di Tanah Air," kata Fadhila. (Ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perokok Tembakau Kesehatan

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777