https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lima Fakta Unik Gerakan Perempuan Anti Pelecehan Seksual

Mutiul Alim | Selasa, 02/01/2018 09:17 WIB



Jagat hiburan dunia terbelalak setelah produser ternama Harvey Weinstein menghadapi tuduhan pelecehan seksual Produser Hollywood, Harvey Weinstein

New York - Jagat hiburan dunia terbelalak setelah produser ternama Harvey Weinstein menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari sejumlah artis Hollywood. Aksi yang sudah berlangsung tiga dekade tersebut, akhirnya berakhir di meja hijau.

Tak menunggu waktu lama, beberapa nama lain pun terkuak kemudian. Di antaranya Matt Lauer (60) dan Kevin Spacey (58). Dan kondisi ini mendorong para artis Hollywood menciptakan sebuah gerakan anti pelecehan seksual terhadap perempuan.

Dilansir dari Hollywood Life, berikut ini lima fakta uniknya:

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

1. Melibatkan ratusan artis

Gerakan Perempuan Anti Pelecehan Seksual diprakarsai oleh ratusan artis Hollywood yang memiliki keprihatinan yang serupa terhadap kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Beberapa nama yang termasuk vokal di antaranya Reese Witherspoon (41), Shona Rhimes (47), Eva Longoria (42), Ashley Judd (49), dan America Ferrara (33).

Baca juga :
Guru Ngaji di Surabaya Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual

2. Fokus pada perempuan pekerja

Gerakan ini akan difokuskan untuk para perempuan yang bekerja di rumah. Seperti yang tertulis di harian The New York Times, para perempuan yang bergerak di lembaga ini mengumpulkan $13 juta untuk membantu korban di semua sekotor industri.

Baca juga :
5 Wisata Alam di Pati yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

"Jika bukan perempuan, siapa lagi yang bisa memberikan jaminan perlindungan kepada mereka," kata Shonda.

3. Tanpa pemimpin

Tidak seperti gerakan lainnya, Gerakan Perempuan Anti Pelecehan Seksual tidak memiliki figur seorang pemimpin. Kendati tanpa pemimpin, masing-masing kelompok kerja sudah memiliki tugas dan peranan khusus. Contohnya, satu kelompok kerja khusus memberikan perhatian kepada minoritas LGBTQ, sementara yang lain fokus membuat undang-undang yang membahas soal pelaku pelecehan seksual.

4. Perlawanan pelecehan seksual di tempat kerja

Selain menjadi basis perempuan melawan tindak pelecehan seksual, gerakan ini juga digunakan untuk mendorong kesetaraan gender. Sebab, rendahnya kesetaraan gender menjadi celah untuk mengambil keputusan yang tidak adil.

5. Meningkatkan kesadaran

Perempuan yang tergabung dalam gerakan tersebut diharapkan sadar, bahwa mereka dan perempuan yang berada di lingkungan mereka memiliki hak yang sama, yakni hak untuk dilindungi dan dijamin kebebasan berekspresi, tanpa adanya ancaman atau pelecehan seksual.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Selebriti Internasional Hollywood Harvey Weinstein Pelecehan Seksual

Terpopuler

Minggu, 26/07/2026 03:03 WIB
Humanika

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Diperingati Setiap 26 Juli?

Minggu, 26/07/2026 23:45 WIB
Gaya Hidup

Ilmuwan Ungkap Kondisi 4 Planet Terdekat di Luar Tata Surya

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777