https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Di Inggris, Setiap Orang Berhak Dapat Internet Kecepatan Tingggi

Subhan Kuncoro | Kamis, 21/12/2017 06:37 WIB



Ilustrasi

London - Kebijakan Pemerintah Inggris tentang layanan internet layak ditiru. Di sana, pemerintah setempat mengeluarkan aturan yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan layanan internet berkecepatan tinggi.

Peraturan tersebut berlaku efektif mulai 2020, dan menyasar rumah dan tempat usaha.Regulasi ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah setempat  untuk membantu 1,1 juta bangunan, yang saat ini tidak mendapatkan layanan Internet layak.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (20/12/), Pemerintah Inggris menolak usul perusahaan penyedia layanan Internet, BT, yang lebih memilih meningkatkan kecepatan kepada pelanggan daripada memenuhi kewajiban menyediakan layanan kepada seluruh warga.

Baca juga :
Mikel Arteta Raih Penghargaan Manajer Terbaik Liga Inggris
Semua perusahaan penyedia jaringan Internet pada 2020 diharuskan memberikan layanan berkecepatan minimal 10 Mbps di seluruh wilayah Inggris.

Dalam rencana tersebut, perusahaan penyedia jaringan punya kewajiban hukum untuk memberikan layanan internet berkecepatan tinggi kepada semua orang yang meminta.

Baca juga :
Setelah 3 Bulan Lumpuh, Iran Mulai Pulihkan Jaringan Internet Internasional
Badan regulasi internet Inggris, Ofcom, mengatakan bahwa sampai pada bulan ini ada sekitar empat persen bangunan di negara tersebut, atau sekitar 1,1 juta, yang tidak bisa mengakses internet berkecepatan minimal 10 Mbps.

Inggris adalah negara yang relatif tertinggal di banding tetangga mereka di Eropa dalam memberikan jaringan internet kabel fiber di rumah-rumah.

Baca juga :
Fans Arsenal dan Inter di CFD Viral, Sama-sama Sambut Status Tim Juara
"Kami berterimakasih kepada BT atas usulan mereka. Namun kami memutuskan bahwa hanya pendekatan regulasi yang bisa memastikan seluruh warga Inggris bisa berselancar di dunia maya dengan cepat dimana saja mereka tinggal atau bekerja," kata Menteri Kebudayaan Karen Bradley.

Selama ini sebanyak 230 ribu pelaku usaha kecil mengeluhkan buruknya koneksi internet.

Sementara itu, dalam usulan BT, 98,5 persen bangunan di Inggris akan memiliki internet kabel pada 2020 dengan biaya 803 juta dolar AS, sementara 0,7 persen akan mengakses internet dari kombinasi koneksi kabel dan tanpa kabel.

Sebanyak 0,8 persen sisanya, yang umumnya berada di wilayah terpencil yang sulit dijangkau, akan dijangkau melalui satelit.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Inggris Internet

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777