Legenda Manchester United, Ole Gunnar Solskjær melakukan selebrasi usai mencetak gol ke Bayern München pada Final UCL 1999 (Foto: indosport)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam dunia sepak bola, tidak ada momen yang lebih mendebarkan daripada gol yang tercipta di masa injury time. Ketika peluit akhir tinggal beberapa detik, dan harapan nyaris sirna, bola yang bersarang ke gawang bisa mengubah segalanya, nasib tim, sejarah kompetisi, dan emosi jutaan pendukung.
`AGÜEROOOOO!!!` Pekikan komentator Martin Tyler menjadi legenda. City tertinggal 2-1, lalu Džeko menyamakan kedudukan di menit 92, sebelum Agüero mencetak gol kemenangan di menit 94 untuk memastikan gelar Liga Inggris pertama City dalam 44 tahun. Momen yang tak terlupakan di Premier League.
Setelah Teddy Sheringham menyamakan kedudukan di menit 91, Solskjær menyambar bola hasil sepak pojok Beckham pada menit 93. United membalikkan keadaan 2-1 dan meraih Treble Winners dalam final Liga Champions paling ikonik.
Dengan skor 2-2 dan Madrid bermain dengan 10 orang, Messi mencetak gol kemenangan pada menit ke-92 usai menerima umpan dari Jordi Alba. Selebrasinya yang mengangkat jersey di hadapan publik Bernabéu menjadi gambar abadi.
Barça nyaris tersingkir setelah ditekan habis-habisan. Namun di menit 93, Iniesta melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti untuk membawa Barca ke final dengan keunggulan gol tandang. `Iniestazo` jadi momen ikonik era Pep Guardiola.
Di tengah krisis pemain dan perburuan posisi empat besar, Alisson Becker mencetak gol sundulan dari sepak pojok di menit 95 menjadi satu-satunya gol kiper dalam sejarah Liverpool. Gol yang emosional dan disambut tangis oleh sang kiper.
Dalam semifinal yang menegangkan, Grosso mencetak gol di menit ke-119, pada akhir perpanjangan waktu dengan tendangan melengkung. Italia kemudian menambah gol lewat Del Piero dan akhirnya menjuarai turnamen tersebut.
Salah satu comeback ikonik di Serie A, Roma tertinggal 2-0 hingga menit ke-89. Dalam tiga menit injury time, mereka mencetak tiga gol, termasuk gol kemenangan dari Balbo pada menit ke-93. Giallorossi menciptakan keajaiban.
Saat laga tampak menuju adu penalti di babak 16 besar, Kaká mencetak gol solo run di menit ke-93. Gol ini membuka jalan bagi Milan menuju gelar Liga Champions mereka yang ketujuh.
Italia hampir juara lewat gol Delvecchio, namun Sylvain Wiltord menyamakan kedudukan pada menit 94. Di extra time, Trezeguet mencetak golden goal dan memberi Prancis gelar Euro dengan cara paling mendebarkan.
Iran unggul 2-1 hingga menit ke-92, tapi Kim Do-hoon mencetak dua gol dalam tiga menit injury time. Korea menang 3-2 dan melangkah ke Piala Dunia 1998. Stadion meledak dalam euforia.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB
Kamis, 18/06/2026 08:22 WIB