Permainan futsal (Foto: ESPN)
Jakarta, Jurnas.com - Futsal menjadi salah satu olahraga yang digemari berbagai kalangan, dari anak sekolah hingga pekerja kantoran yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.
Ukuran lapangan yang lebih kecil dari sepak bola membuat permainan ini terasa cepat, intens, dan sangat mengandalkan teknik serta kerja sama tim.
Namun, di balik keseruannya, banyak pemain pemula yang justru kerap mengulangi kesalahan-kesalahan mendasar yang bisa merugikan tim mereka sendiri.
Kesalahan ini bukan hanya soal teknik, tapi juga menyangkut pemahaman terhadap ritme permainan, posisi, hingga mental saat bertanding.
Meskipun terlihat sepele, jika tidak segera diperbaiki, kesalahan-kesalahan ini bisa menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan dan menghambat perkembangan permainan seorang pemain futsal.
Futsal menuntut permainan cepat dan akurat, sehingga penguasaan passing dan kontrol bola adalah fondasi utama. Pemain pemula kerap salah saat mengumpan terlalu keras, terlalu pelan, atau tidak tepat sasaran. Selain itu, mereka juga sering kehilangan bola karena kontrol pertama yang buruk.
Futsal bukan tempatnya pamer skill individu yang berlebihan. Pemain yang terlalu lama menggiring bola atau ragu-ragu saat mengambil keputusan bisa menjadi titik lemah tim. Lawan bisa merebut bola dan menciptakan serangan balik cepat yang berbahaya.
Banyak pemula terlalu fokus menyerang dan lupa tanggung jawab bertahan. Dalam futsal, semua pemain harus siap transisi dari menyerang ke bertahan secara cepat. Jika satu orang lalai, maka struktur pertahanan bisa goyah dan lawan dengan mudah memanfaatkan celah.
Futsal menuntut rotasi posisi yang dinamis. Pemain pemula sering bingung berpindah posisi atau justru menumpuk di satu sisi lapangan. Tanpa pemahaman rotasi yang baik, pola permainan jadi berantakan dan ruang gerak menjadi sempit.
Komunikasi adalah kunci dalam permainan beregu. Kesalahan umum lainnya adalah enggan atau malu berkomunikasi dengan rekan tim, entah memberi aba-aba, meminta bola, atau memberikan informasi soal posisi lawan. Tanpa komunikasi, kerja sama jadi kaku dan miskin koordinasi.
Karena futsal berlangsung cepat, pemain pemula kerap terbawa emosi atau salah dalam membaca timing tekel. Akibatnya, banyak pelanggaran yang dilakukan, bahkan bisa menyebabkan cedera atau kartu dari wasit. Agresivitas penting, tapi tetap harus dikendalikan.
Meskipun hanya bermain dua babak selama 20 menit, futsal menguras stamina dengan intensitas tinggi. Pemain pemula sering kehabisan tenaga di babak kedua karena tidak mempersiapkan fisik dengan baik. Selain itu, kurangnya fokus di momen-momen penting sering berujung pada gol-gol yang sebenarnya bisa dicegah.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB