https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemenperin Gandeng JICA Genjot Produktivitas IKM Komponen Otomotif

Mutiul Alim | Kamis, 24/04/2025 16:06 WIB



Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA), dalam rangka meningkatkan produktivitas industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita. (Foto Humas Kemenperin)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA), dalam rangka meningkatkan produktivitas industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif, yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan bahwa tindak lanjut dari kerja sama yang ditandatangani pada 25 Februari itu diwujudkan dalam bentuk kegiatan fasilitasi matchmaking antara IKM komponen otomotif dengan system integrator yang merupakan Tech Startup Indonesia.

Proses matchmaking telah dilaksanakan pada periode 25 Februari-28 Maret 2025 secara daring melalui platform Startup for Industry. Di platform ini, IKM dapat menemukan Tech Startup yang dapat memberikan solusi teknologi yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.

Baca juga :
Legislator PDIP Minta Kemenperin Awasi Udang Terkontaminasi Zat Radioaktif

"IKM komponen otomotif harus memenuhi QCD (Quality, Cost, and Delivery) yang dipersyaratkan. Untuk itu perlu adanya kerja sama dan kolaborasi sehingga pembinaan IKM dapat berjalan sinergi, efektif, dan berkelanjutan," kata Dirjen Reni pada Kamis (24/4).

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menuturkan, matchmaking ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi dan otomatisasi yang dapat meningkatkan produktivitas bagi IKM komponen otomotif.

Baca juga :
Kemenperin Perkuat Perlindungan Pasar Industri Baja

"Melalui proses matchmaking tersebut telah dihasilkan delapan pasangan antara delapan IKM komponen otomotif dengan enam startup teknologi terpilih," Dini menambahkan.

Pasangan yang dihasilkan dari proses matchmaking tersebut ialah PT. Armeta Kreasi Mandiri dengan PT. Trimitra Nusantara Sakti, PT. Eran Plastindo Utama dengan Ragdalion Technology, PT. Arkha Industries Indonesia dengan PT. Sopwer Teknologi Indonesia, serta PT. Laksana Tekhnik Makmur dengan PT. Sopwer Teknologi Indonesia.

Baca juga :
Genjot SDM Industri, Kemenperin Dorong Optimalisasi AI

Selanjutnya, PT. FNF Metalindo Utama dengan Ragdalion Technology, PT. Itori Kreasindo Perkasa dengan PT. Stechoq Robotika Indonesia, PT. Sebastian Jaya Metal dengan PT. Takodam Ciptamandiri Nusantara, dan PT. Sugi Jaya Utama dengan PT. MyEco Teknologi Nusantara.

Dini menambahkan, setiap startup yang terpilih akan melaksanakan proyek implementasi teknologi di IKM komponen otomotif yang dibiayai oleh JICA. "Adapun total anggaran untuk delapan proyek implementasi teknologi tersebut adalah sebesar Rp1,2 miliar rupiah," ujar dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kementerian Perindustrian Kemenperin IKM Komponen Otomotif Dirjen IKMA Reni Yanita

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777