https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ledakan New Glenn Terdengar hingga 1.600 Km, Energinya Setara 144 Ton TNT

Agus Mughni | Sabtu, 05/09/2026 19:06 WIB



Booster meledak hebat dan melemparkan puing-puing yang terbakar ke udara. Ledakan juga menghasilkan awan berbentuk seperti jamur yang menerangi langit malam Ledakan roket New Glenn milik Blue Origin di Florida pada Mei 2026 ternyata jauh lebih besar daripada yang terdengar di sekitar lokasi peluncuran (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Ledakan roket New Glenn milik Blue Origin di Florida pada Mei 2026 ternyata jauh lebih besar daripada yang terdengar di sekitar lokasi peluncuran. Gelombang suara berfrekuensi sangat rendah dari ledakan tersebut terdeteksi hingga lebih dari 1.600 kilometer, mencapai timur laut Texas.

Temuan itu terungkap setelah peneliti menganalisis data dari stasiun pemantauan infrasound di berbagai wilayah Amerika Serikat. Sedikitnya 36 stasiun menangkap sinyal gelombang suara berfrekuensi sangat rendah yang bertepatan dengan ledakan di Cape Canaveral Space Force Station.

Gelombang tersebut berada di bawah rentang pendengaran manusia sehingga tidak terdengar secara langsung. Namun, karakteristik dan jarak rambatnya memberi peneliti petunjuk untuk mengukur skala energi yang dilepaskan dalam ledakan tersebut.

Baca juga :
Begini Kondisi Katy Perry Usai Dikritik soal Penerbangan Luar Angkasa dan Konsernya Lifetimes Tour

Studi yang dipublikasikan pada 12 Agustus 2026 di jurnal The Seismic Record memperkirakan ledakan menghasilkan energi setara 0,131 kiloton atau sekitar 144 ton TNT.

New Glenn merupakan roket komersial terbesar dan paling kuat milik Blue Origin. Roket ini memiliki tinggi sekitar 98 meter dan dirancang untuk bersaing dengan roket berukuran besar seperti Starship milik SpaceX.

Baca juga :
Lauren Sanchez dan Jeff Bezos tak Peduli dengan Pengkritik Penerbangan Luar Angkasa Blue Origin

Ledakan terjadi pada 29 Mei ketika booster New Glenn menjalani uji hotfire atau pembakaran mesin statis di landasan peluncuran. Uji tersebut dilakukan sebelum rencana peluncuran keempat New Glenn.

Tanpa peringatan, booster meledak hebat dan melemparkan puing-puing yang terbakar ke udara. Ledakan juga menghasilkan awan berbentuk seperti jamur yang menerangi langit malam.

Baca juga :
Katy Perry Sakit Hati Dengan Sindirian Wendy`s Tentang Perjalanan Luar Angkasanya Dengan Blue Origin

Blue Origin pada 5 Agustus mengungkapkan bahwa katup oksigen yang mengalami kerusakan kemungkinan menjadi penyebab ledakan tersebut. Hingga kini, perusahaan belum kembali mencoba meluncurkan New Glenn setelah insiden itu.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, gelombang kejut terdengar hingga sekitar 217 kilometer dari lokasi peluncuran dan dilaporkan dirasakan oleh ribuan warga di sekitar Florida.

Bagi peneliti, bagian paling menarik dari insiden tersebut justru tidak terlihat dan tidak terdengar oleh sebagian besar manusia.

Elizabeth Silber, fisikawan dan ilmuwan planet dari Sandia National Laboratories di Albuquerque, New Mexico, mengatakan peristiwa tersebut memberikan kesempatan langka untuk mempelajari kejadian energetik besar di dunia nyata.

Analisis menunjukkan sinyal infrasound dari ledakan dapat merambat sangat jauh melalui atmosfer. Stasiun terjauh yang mendeteksinya berada di timur laut Texas, sekitar 1.684 kilometer dari Cape Canaveral.

Dari frekuensi dan jarak rambat gelombang suara tersebut, peneliti kemudian memperkirakan besarnya energi ledakan.

Energi ledakan New Glenn diperkirakan sedikit lebih besar dibandingkan ledakan awal yang menghancurkan reaktor nuklir Chernobyl pada 1986, berdasarkan perkiraan dalam penelitian sebelumnya.

Namun, perbandingan tersebut mengacu pada energi ledakan, bukan berarti insiden roket memiliki dampak atau karakter bahaya yang sama dengan bencana nuklir Chernobyl.

Peneliti juga memperkirakan hanya sekitar 3 hingga 6 persen propelan kriogenik di booster yang habis dalam ledakan awal.

Angka tersebut mungkin terlihat kecil mengingat besarnya bola api yang muncul. Namun, peneliti menjelaskan bahan bakar dan oksidator dalam kecelakaan propelan besar tidak selalu bercampur dan bereaksi secara bersamaan.

Sebagian material dapat berkontribusi terhadap ledakan awal, sementara material lainnya terbakar secara bertahap dalam bola api dan semburan.

Ledakan tidak hanya menghentikan sementara pengembangan New Glenn. Kerusakan pada landasan peluncuran diperkirakan membutuhkan setidaknya satu tahun untuk diperbaiki.

Dampaknya juga berpotensi merembet ke program luar angkasa yang bergantung pada New Glenn. Salah satunya adalah rencana pangkalan Bulan NASA yang akan menggunakan roket tersebut untuk meluncurkan sejumlah komponennya.

New Glenn sendiri telah melakukan tiga penerbangan ke luar angkasa. Roket itu pertama kali diluncurkan pada Januari 2025, kemudian kembali pada November 2025 untuk membawa dua wahana NASA menuju Mars, dan terakhir pada April 2026.

Pada penerbangan keduanya, Blue Origin berhasil mendaratkan kembali booster yang dapat digunakan ulang. Pencapaian itu menjadikan Blue Origin sebagai perusahaan kedua setelah SpaceX yang berhasil melakukan pendaratan booster roket semacam itu.

Para peneliti menilai kemampuan mendeteksi gelombang suara berfrekuensi sangat rendah dari jarak ribuan kilometer menunjukkan potensi infrasound sebagai alat pemantauan kecelakaan wahana antariksa dan ledakan besar.

Teknologi ini memungkinkan peristiwa besar dilacak meskipun terjadi sangat jauh dari lokasi instrumen pemantauan.

Tim yang sama sebelumnya juga menggunakan gelombang suara berfrekuensi rendah untuk melacak meteor dan wahana antariksa yang memasuki atmosfer Bumi. Salah satu peristiwa yang dipantau adalah kapsul misi OSIRIS-REx milik NASA ketika kembali ke Bumi pada 2023. (*)

Sumber: Live Science

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Suara Ledakan New Glenn Blue Origin Gelombang Suara

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777