https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua DPR Minta Pemerintah Hitung Dampak Ekonomi Kebakaran Bromo

Samrut Lellolsima | Senin, 10/08/2026 23:54 WIB



Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya. Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mulai menghitung dampak ekonomi akibat kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Hal itu terutama menyangkut masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Puan mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan kebakaran segera dipadamkan guna mencegah api meluas dan melindungi masyarakat sekitar dari dampak yang ditimbulkan.

Baca juga :
Sultan Undang Ma’ruf Amin Hadiri Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026

“Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8).

Menurutnya, kebakaran yang telah melanda sekitar 520 hektare kawasan TNBTS hingga berdampak pada penutupan aktivitas wisata merupakan kondisi serius. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pihak dengan komando yang kuat.

Baca juga :
Karhutla Bromo Meluas 520 Hektare, Puan Desak Pemerintah Bertindak

Puan meminta operasi pemadaman didukung personel dan peralatan yang memadai. Pemerintah juga diminta memastikan pemetaan pergerakan api dilakukan secara akurat untuk menentukan langkah penanganan.

Selain pemadaman, Puan meminta pemerintah terus memantau kualitas udara dan potensi penyebaran asap ke wilayah permukiman. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat.

Baca juga :
Anggota DPR Desak Kemenhut Bergerak Lebih Cepat Tangani Kebakaran Bromo

Terkait penutupan kawasan wisata Bromo, Puan menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus mencegah risiko terhadap wisatawan.

Namun, pemerintah juga perlu mulai melakukan asesmen terhadap dampak ekonomi dari penutupan kawasan tersebut. Sebab, aktivitas pariwisata di Bromo menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat di sekitar kawasan.

“Apabila penutupan berlangsung lama, pemerintah perlu mempertimbangkan dukungan terhadap kelompok masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan,” ujarnya.

Puan mengingatkan jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar akibat bencana tersebut.

“Jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar dari bencana ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Puan meminta pemerintah memetakan tingkat kerusakan vegetasi, habitat satwa, kondisi tanah, hingga daerah tangkapan air akibat kebakaran.

Pemetaan tersebut, kata dia, diperlukan untuk mengidentifikasi kawasan yang berisiko mengalami erosi dan degradasi lanjutan sekaligus menjadi dasar penyusunan program pemulihan ekosistem.

“Penanganan kebakaran Bromo tidak cukup hanya dengan memadamkan api dan membuka kembali kawasan wisata, tetapi perlu diikuti pemulihan ekosistem serta pelindungan penghidupan masyarakat sekitar,” pungkas Puan.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ketua DPR Puan Maharani kebakaran Bromo dampak ekonomi kawasan wisata

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777