Arsip foto - Warga Palestina berkumpul saat menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 29 April 2025 (Foto: REUTERS)
Gaza, Jurnas.com - Beberapa orang terluka dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan daerah al-Mawasi di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan, menurut Rumah Sakit Nasser.
Secara terpisah, laporan lokal menyebutkan pasukan Israel menembakkan bom asap di dekat ruas Jalan Salah al-Din, jalan raya utama utara-selatan Jalur Gaza, yang membentang di timur laut kota Khan Younis.
Al-Mawasi, sebuah wilayah pesisir di sepanjang Laut Mediterania, sebelumnya telah ditetapkan oleh militer Israel sebagai zona kemanusiaan untuk pengungsi Palestina, meskipun telah dihantam oleh serangan yang tak terhitung jumlahnya sejak penetapannya.
Sementara itu, dilansir dari Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan bahwa ribuan pasien berada dalam risiko serius akibat kelangkaan kritis obat-obatan dan pasokan medis, di mana lebih dari sepertiga obat-obatan esensial kini berada pada posisi stok nol.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengungkapkan bahwa nyawa lebih dari 4.000 pasien kanker dan ribuan pasien dialisis (cuci darah) kini dalam kondisi terancam. Sebanyak 50 dari 97 jenis obat perawatan kanker telah habis, sementara 265 bahan medis habis pakai (BMHP) khusus serta 79 item laboratorium juga berada pada posisi tanpa stok.
Krisis ini dipicu oleh tindakan Israel yang menahan sepenuhnya dana pendapatan pajak Palestina—yang dikenal sebagai dana kliring—selama 15 bulan terakhir. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa dana tersebut mencakup sekitar 68 persen dari total pendapatan mereka.
Kementerian Kesehatan menambahkan, lebih dari 11.000 jadwal operasi terpaksa ditunda akibat kelangkaan pasokan medis serta adanya aksi mogok kerja dari tenaga medis.
Pihak kementerian juga memperingatkan adanya kondisi kesehatan yang katastrofik (sangat mengerikan) di Jalur Gaza, di mana fasilitas-fasilitas kesehatan menghadapi kelangkaan parah di tengah kehancuran rumah sakit secara meluas dan kelelahan ekstrem yang terus dialami oleh para personel medis.
Kementerian mendesak komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi darurat, dengan mengajukan permohonan bantuan dana sebesar 50 juta dolar AS untuk pengadaan obat-obatan penyelamat nyawa, serta dukungan finansial tambahan guna mencegah runtuhnya sektor kesehatan. Mereka juga menyerukan kepada Israel, selaku kekuatan pendudukan, untuk memenuhi kewajibannya di bawah hukum internasional.
Saat ini, akumulasi utang kementerian tersebut dilaporkan telah mencapai 3,8 miliar shekel (setara dengan sekitar 1 miliar dolar AS).
Kamis, 04/06/2026 20:01 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Kamis, 04/06/2026 05:30 WIB