https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS Kirim Revisi Kerangka Perdamaian dengan Iran, Syarat Makin Ketat

Muhammad Habib Saifullah | Minggu, 31/05/2026 17:15 WIB



Donald Trump, mengirimkan versi revisi dari kerangka perdamaian yang diusulkan kepada Iran dengan persyaratan yang lebih ketat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirimkan versi revisi dari kerangka perdamaian yang diusulkan kepada Iran dengan persyaratan yang lebih ketat, di tengah upaya berkelanjutan untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang,

Harian The New York Times pada Sabtu (30/5), mengutip tiga pejabat yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Trump mengubah sejumlah bagian dalam rancangan perjanjian tersebut dan mengirimkannya kembali ke Teheran untuk dipertimbangkan. Laporan itu tidak merinci perubahan yang dilakukan dalam dokumen tersebut.

Para pejabat mengatakan Trump menyampaikan kekhawatiran mengenai ketentuan yang dapat mencakup pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, isu yang sebelumnya juga ia kritik terkait perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinegosiasikan di bawah pemerintahan mantan presiden AS Barack Obama.

Baca juga :
Washington Yakin Ada Kejelasan Kesepakatan dengan Iran Pekan Depan

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Trump semakin frustrasi dengan lambatnya respons Iran terhadap proposal-proposal AS yang dinegosiasikan melalui perantara, termasuk pejabat dari Pakistan.

Seorang pejabat mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa proposal yang telah direvisi itu dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran dan mendorong penerimaan atas kerangka kesepakatan yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk disetujui.

Baca juga :
Pezeskhian Sebut Iran Siap Akhiri Perang Lewat Dialog

Namun, laporan itu mencatat bahwa komunikasi dengan pimpinan tertinggi Iran terbukti sulit dilakukan, sehingga berpotensi menyebabkan penundaan lebih lanjut jika perubahan tambahan pada dokumen yang digambarkan sebagai nota kesepahaman tersebut.

Isu-isu yang lebih sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya, menurut laporan tersebut.

Baca juga :
Iran Janjikan Hak Istimewa China dan Rusia di Selat Hormuz

Situs berita Axios mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa Trump telah diberi tahu bahwa Iran mungkin memerlukan waktu hingga tiga hari untuk memberikan tanggapan.

“Mereka benar-benar berada di dalam fasilitas bawah tanah dan tidak menggunakan email,” ujar pejabat tersebut.

“Akan ada kesepakatan. Seberapa cepatnya, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa seminggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Pada pergantian pekan, kami berharap akan ada sesuatu,” tambahnya.

Adapun pada Jumat, Trump menggelar pertemuan selama dua jam dengan para penasihat seniornya di Ruang Situasi Gedung Putih untuk membahas upaya mengakhiri perang. Namun, tidak ada pengumuman yang disampaikan kepada publik setelah pertemuan tersebut.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesepakatan Damai Perang Iran Negosiasi Iran Iran AS

Terpopuler

Sabtu, 30/05/2026 07:07 WIB
Humanika

30 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Jum'at, 29/05/2026 08:08 WIB
Ototekno

Bezzecchi Kejar Mimpi Menang di MotoGP Italia 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777