https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamendikdasmen: Pelestarian Bahasa Daerah Jangan Berhenti di Buku Sastra

Mutiul Alim | Senin, 25/05/2026 17:39 WIB



Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meminta upaya pelestarian bahasa daerah dilakukan secara serius Konferensi pers FTBIN 2026 (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meminta upaya pelestarian bahasa daerah dilakukan secara serius, di tengah ancaman kepunahan sejumlah bahasa daerah di Tanah Air.

Salah satunya ialah dengan menjadikan bahasa daerah sebagai pengantar dalam proses belajar mengajar di satuan pendidikan, sebagai fondasi awal yang akan memperkuat keberadaan bahasa daerah.

"Sebab jika hanya dilestarikan dalam bentuk buku terkait bahasa daerah, karya sastra, atau karya lainnya tapi tidak digunakan sebagai bahasa pengantar dalam satuan pendidikan, hasilnya seperti sekarang. Bahasa daerah berhenti di mata pelajaran," kata Wamen Atip dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, di Depok, Jawa Barat pada Senin (25/5).

Baca juga :
Kemendikdasmen-Kejagung Luncurkan Platform Laporkan Pelanggaran PIP

Wamen Atip mengingatkan bahwa ketika bahasa daerah hanya diperingati layaknya rutinitas tahunan, maka ketika bahasa tersebut lenyap, maka etnis penuturnya pun akan ikut terkubur.

Karena itu, guna memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui ruang-ruang pembelajaran, Wamendikdasmen mendorong kepala daerah untuk mengawal implementasinya melalui regulasi di level daerah.

Baca juga :
Wamendikdasmen: Banyak Siswa Bisa Membaca tapi Tidak Paham

"Juga harus ada usaha penguatan bahasa daerah di satuan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi. Sejak 2022, sudah diusahakan dengan LMM (Large Language Model), dengan memasukkan bahasa daerah ke LLM ini, maka pengguna kecerdasan buatan (AI) akan diberi output terkait bahasa daerah itu," dia menambahkan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan FTBIN 2026 menjadi momentum bersama untuk melestarikan bahasa daerah.

Baca juga :
Wamendikdasmen Pastikan TKA SMP Hari Pertama di Serang Berjalan Lancar

Keterlibatan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, komunitas, guru, masyarakat, dan pegiat literasi menjadi penentu keberhasilan program tersebut.

"Tadi ada 27 pemerintah daerah yang berkomitmen untuk meningkatkan upaya pelestarian bahasa daerah dengan berbagai kebijakannya," ujar Hafidz.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Revitalisasi Bahasa Daerah FTBIN 2026 Wamendikdasmen Atip Latipulhayat Pelestarian Bahasa

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777