https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan Ulang, Kenali Risikonya

Agus Mughni | Selasa, 24/03/2026 08:12 WIB



Kebiasaan memanaskan ulang makanan memang praktis, terutama saat waktu terbatas atau ingin menghemat Gambar makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang (Foto: RRI)

JJakarta, Jurnas.com - Kebiasaan memanaskan ulang makanan memang praktis, terutama saat waktu terbatas atau ingin menghemat. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko kesehatan yang sering tidak disadari karena tidak semua makanan aman dipanaskan kembali.

Fenomena ini berkaitan dengan perubahan struktur nutrisi hingga pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus yang bisa berkembang pada makanan tertentu. Jika tidak ditangani dengan benar, kebiasaan ini justru dapat memicu gangguan pencernaan hingga keracunan.

Salah satu makanan yang paling sering dipanaskan ulang adalah nasi, padahal justru berisiko tinggi. Nasi yang sudah dingin dan dibiarkan di suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, yang tidak sepenuhnya hilang meski dipanaskan kembali.

Baca juga :
Mandi Air Dingin vs Air Hangat, Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Selain itu, kentang juga perlu mendapat perhatian khusus. Jika kentang matang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, bakteri seperti Clostridium botulinum dapat berkembang dan menghasilkan racun berbahaya.

Berikutnya, ayam sering kali dipanaskan ulang tanpa teknik yang tepat. Pemanasan yang tidak merata bisa membuat bakteri bertahan, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan.

Baca juga :
Terapi Air Dingin Lagi Tren, Ini Temuan Ilmiah soal Manfaat dan Risikonya

Sementara itu, telur yang sudah dimasak juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang. Perubahan struktur protein akibat pemanasan berulang dapat memicu gangguan pencernaan sekaligus menurunkan kualitas nutrisi.

Tak kalah penting, sayuran hijau seperti bayam dan kangkung mengandung nitrat alami. Ketika dipanaskan berulang, senyawa ini dapat berubah menjadi nitrit yang berpotensi berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Baca juga :
Fakta atau Hoaks: Benarkah Daging Panggang Picu Kanker?

Meski demikian, bukan berarti semua makanan sisa harus dibuang. Cara penyimpanan dan pemanasan yang tepat tetap memungkinkan makanan dikonsumsi dengan aman.

Menyimpan makanan di lemari pendingin segera setelah dingin dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, makanan sebaiknya hanya dipanaskan satu kali dan dipastikan panas merata hingga ke bagian dalam.

Dengan demikian, kebiasaan kecil seperti cara memanaskan makanan dapat berdampak besar pada kesehatan. Memahami risiko ini menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus melindungi diri dan keluarga dari bahaya yang tidak terlihat. (*)

Sumber: Berbagai sumber

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Makanan Dipanaskan Ulang Risiko Kesehatan Bahaya memanaskan ulang makanan

Terkini | Sabtu, 18/04/2026 21:59 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777