https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Sejarah Peringatan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia

Vaza Diva | Minggu, 15/03/2026 08:08 WIB



Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah komitmen untuk menghapus diskriminasi berbasis Agama. Ini sejarah peringatan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia (Foto: tikatangata)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah dinamika geopolitik yang sering kali memicu polarisasi, tanggal 15 Maret telah berdiri tegak sebagai tonggak pengingat bagi peradaban modern.

Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah komitmen kolektif global untuk menghapus diskriminasi berbasis agama dan kepercayaan.

Peringatan ini bermula dari peristiwa kelam pada 15 Maret 2019, saat aksi terorisme melanda dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Baca juga :
Bensin Mahal, Kendaraan Listrik Laris Manis di Selandia Baru

Tragedi yang merenggut 51 nyawa tersebut memicu gelombang solidaritas global untuk melawan kebencian terhadap umat Islam.

Negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kemudian mengusulkan tanggal tersebut sebagai momentum kesadaran internasional. Usulan ini bertujuan agar diskriminasi berbasis agama tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia.

Baca juga :
Mengenal Ides of March, Hari Paling Bersejarah Bangsa Romawi Kuno

Pada 15 Maret 2022, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan hari ini sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia. Resolusi ini disepakati oleh 140 negara sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga hak asasi manusia.

Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mempromosikan budaya toleransi dan dialog antariman di tingkat global. Melalui edukasi, dunia diharapkan dapat menghapus stereotip negatif yang sering kali memicu kekerasan.

Baca juga :
15 Maret 2026: Cek Peringatan Hari Ini

Hingga saat ini, 15 Maret menjadi pengingat penting bahwa perdamaian hanya bisa terwujud jika setiap individu merasa aman. Setiap tahun, berbagai negara mengadakan diskusi untuk memastikan keadilan bagi seluruh kelompok minoritas.

Peringatan ini bersifat timeless karena tantangan diskriminasi selalu ada dan berkembang di setiap zaman. Dengan terus mengenang sejarahnya, masyarakat dunia diajak untuk tetap waspada terhadap segala bentuk intoleransi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

15 Maret Sejarah Islamofobia Hari Internasional Selandia Baru

Terkini | Sabtu, 13/06/2026 19:57 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777