https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Diduga Terlibat Bom Paskah, Eks Kepala Intel Sri Lanka Ditahan

Mutiul Alim | Kamis, 26/02/2026 02:30 WIB



Departemen Investigasi Kriminal Sri Lanka pada Rabu (25/2) menangkap mantan kepala intelijen negara, terkait serangan bom Paskah pada 2019 silam Demo menuntut keadilan kasus bom paskah 2019 di Sri Lanka (Foto: Reuters)

Colombo, Jurnas.com - Departemen Investigasi Kriminal Sri Lanka pada Rabu (25/2) menangkap mantan kepala intelijen negara, terkait serangan bom Paskah pada 2019 silam yang menewaskan 279 orang.

Juru bicara kepolisian menyatakan bahwa Mayor Jenderal (purn.) Suresh Sallay diamankan untuk diperiksa di Kolombo berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Terorisme Sri Lanka (PTA). Namun, pihak kepolisian belum merinci alasan spesifik penangkapan tersebut.

“Kami masih menunggu instruksi dari CID terkait dakwaan spesifik. Ia ditangkap sehubungan dengan serangan Paskah dan akan dihadapkan ke pengadilan,” ujar juru bicara tersebut dikutip dari Reuters.

Sallay, yang ditunjuk memimpin Dinas Intelijen Negara Sri Lanka pada akhir 2019 oleh Presiden saat itu Gotabaya Rajapaksa, belum dapat dimintai komentar selama dalam tahanan dan hingga kini belum memiliki pengacara. Saat serangan terjadi, ia menjabat posisi senior di angkatan bersenjata.

Dia sebelumnya membantah melakukan pelanggaran setelah sejumlah laporan media, termasuk oleh Channel 4 Inggris pada 2023, menuduhnya memiliki hubungan dengan para pelaku pengeboman serta membiarkan serangan berlangsung demi memengaruhi pemilihan presiden 2019 agar menguntungkan Rajapaksa.

Presiden Anura Kumara Dissanayake, yang terpilih pada 2024, berjanji akan menindak secara hukum pihak-pihak yang bersalah.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 21 April 2019, bertepatan dengan Minggu Paskah, menyasar tiga gereja dan tiga hotel. Aksi tersebut menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah Sri Lanka dan melukai sekitar 500 orang, sebagian besar berasal dari komunitas Kristen minoritas di negara kepulauan itu.

Selain Sallay, pengadilan Sri Lanka juga tengah menggelar persidangan terhadap sejumlah pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan serangan tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

kepala intel Sri Lanka bom Paskah 2019 Suresh Sallay ditahan

Terkini | Senin, 29/06/2026 01:18 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777