https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trump Beri Waktu Iran 10 Hari untuk Capai Kesepakatan Nuklir

Mutiul Alim | Jum'at, 20/02/2026 04:30 WIB



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau akan menghadapi konsekuensi serius. Presiden AS Donald Trump berpidato saat pengumuman penurunan harga obat-obatan AS, di Gedung Putih di Washington, AS, 10 Oktober 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau akan menghadapi konsekuensi serius.

Dia juga mengisyaratkan adanya tenggat waktu sekitar 10 hari sebelum Washington kemungkinan mengambil langkah lebih lanjut, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (19/2).

Di tengah pengerahan besar-besaran militer AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan perang lebih luas, Trump mengatakan perundingan dengan Teheran berjalan baik. Namun ia menegaskan Iran harus menyetujui kesepakatan yang bermakna.

Baca juga :
AS dan Iran Mulai Pembicaraan Nuklir di tengah Ancaman Perang

"Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," kata Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington. Dia sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran.

Trump juga menyinggung serangan udara AS pada Juni lalu, dengan menyatakan bahwa kapasitas nuklir Iran telah dihancurkan secara signifikan. Dia juga tak menutup kemungkinan AS melangkah lebih jauh.

Baca juga :
Trump Koar-Koar Tekan Inflasi, Harga di AS Masih Mencekik

"Anda akan mengetahuinya dalam waktu mungkin 10 hari ke depan," Trump menambahkan.

Ancaman AS untuk membombardir Iran, di tengah perbedaan tajam dalam perundingan soal program nuklir Teheran, mendorong kenaikan harga minyak global. Pada hari yang sama, sebuah kapal perang korvet Rusia bergabung dalam latihan angkatan laut Iran di Teluk Oman, jalur pelayaran strategis bagi energi dunia.

Baca juga :
Trump akan Perketat Sanksi di Sektor Minyak Venezuela

Perunding dari Iran dan AS bertemu pada Rabu (18/2) lalu, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kedua pihak telah menyepakati prinsip-prinsip panduan. Namun juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan masih terdapat sejumlah perbedaan dalam beberapa isu.

Diketahui, Iran menolak memberikan konsesi besar dalam program nuklirnya, sembari menegaskan bahwa program tersebut bertujuan damai. AS dan Israel sebelumnya menuduh Teheran berupaya mengembangkan bom nuklir.

Rusia juga memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait Iran dan menyerukan penahanan diri di tengah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan, yang menurut pejabat senior Amerika akan rampung pada pertengahan Maret.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

pembicaraan nuklir Iran AS Presiden Donald Trump ancaman perang Timur Tengah

Terkini | Sabtu, 04/04/2026 11:44 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777