https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Lho Penyebab Korsleting Listrik yang Sering Picu Kebakaran

Mutiul Alim | Kamis, 01/01/2026 17:04 WIB



Kebakaran rumah akibat korsleting listrik masih mendominasi bencana kebakaran di berbagai wilayah, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk. Ilustrasi kebakaran (Foto: Reuters/Hamad I Mohammed)

Jakarta, Jurnas.com - Kebakaran rumah akibat korsleting listrik masih mendominasi bencana kebakaran di berbagai wilayah, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk.

Meski kerap bermula dari kondisi sederhana seperti kabel terkelupas atau sambungan longgar, gangguan ini dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak dikenali sejak awal.

Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjarnahor menjelaskan bahwa korsleting listrik pada dasarnya terjadi ketika dua konduktor yang seharusnya tidak saling bersentuhan justru terhubung akibat kerusakan isolasi.

Baca juga :
Anggota IV Haerul Saleh Meninggal Dunia, BPK Beri Penghormatan

"Secara teknis, korsleting listrik adalah kondisi ketika konduktor bertegangan bersentuhan dengan konduktor yang tidak bertegangan, misalnya karena isolasi kabel rusak akibat gigitan tikus," kata Kevin dikutip dari laman IPB University pada Kamis (1/1).

Ketika hubungan singkat terjadi, arus listrik dapat melonjak melebihi kapasitas kabel. Kenaikan arus ini menyebabkan temperatur meningkat sangat cepat pada penghantar maupun sambungan instalasi. Kevin menekankan bahwa percikan yang muncul dapat memiliki suhu ekstrem.

Baca juga :
Polisi Selidiki Kebakaran Rumah yang Tewaskan Anggota BPK

"Percikan listrik bisa mencapai lebih dari 3.000 derajat Celsius. Jika mengenai material yang mudah terbakar, api dapat langsung menyambar, terlebih bila MCB tidak bekerja optimal," dia menambahkan.

Kondisi ini semakin berbahaya karena korsleting sering tidak menunjukkan gejala awal. Banyak instalasi listrik tersembunyi di balik dinding atau plafon sehingga gangguan seperti rembesan air atau gigitan hewan tidak mudah terdeteksi.

Baca juga :
Kenali Potensi Bahaya Kesehatan di Balik Jagung dan Daging Bakar

Adapun terkait penyebab, lanjut Kevin, terdapat beberapa kondisi yang paling sering memicu korsleting di rumah tinggal. Pertama, isolasi kabel rusak akibat usia, panas berlebih, atau gigitan hewan. Kedua, sambungan kabel yang tidak sesuai standar, misalnya hanya dililit atau dibalut lakban.

Lalu, stopkontak dan ekstensi berkualitas rendah atau menggunakan kabel berdiameter kecil. Keempat, peralatan dalam ruangan yang dipakai di area luar ruangan sehingga mudah terkena air. Terakhir, penggunaan MCB atau sekring dengan rating terlalu besar sehingga tidak sensitif terhadap gangguan.

Kevin juga menyoroti bahwa banyak rumah di Indonesia masih menggunakan instalasi lawas atau tidak memenuhi standar Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL), termasuk tidak adanya grounding yang memadai maupun proteksi tambahan seperti GPAS (Grounding Pole and Surge Arrester System).

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Korsleting Listrik Kebakaran Rumah Pakar IPB University Kevin Marojahan Banjarnahor

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777