https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Teknologi Baru Ini Gunakan Sinyal Wi-Fi untuk Mengenali Identitas dan Lokasi Anda

Agus Mughni | Selasa, 02/09/2025 17:55 WIB



Yang membuatnya menarik, teknologi ini tidak bergantung pada kamera atau cahaya. Bahkan, ia bisa berjalan dengan perangkat rumahan biasa dan tetap berfungsi dalam kondisi pencahayaan buruk. Ilustrasi - Teknologi Baru Ini Gunakan Sinyal Wi-Fi untuk Mengenali Identitas dan Lokasi Anda (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Wi-Fi kini bukan sekadar alat untuk mengakses internet. Sebuah sistem baru bernama WhoFi mampu mengidentifikasi seseorang dan mendeteksi keberadaannya hanya dengan memanfaatkan sinyal Wi-Fi yang ada di sekitar kita. Menurut studi terbaru, sistem ini mencapai tingkat akurasi identifikasi hingga 95,5 persen dalam pengujian.

Yang membuatnya menarik, teknologi ini tidak bergantung pada kamera atau cahaya. Bahkan, ia bisa berjalan dengan perangkat rumahan biasa dan tetap berfungsi dalam kondisi pencahayaan buruk.

Bagaimana Cara Kerja WhoFi?

WhoFi bekerja dengan menangkap Channel State Information (CSI), yaitu data rinci tentang bagaimana sinyal Wi-Fi berubah saat melewati dan memantul di sekitar tubuh manusia. Perubahan ini kemudian dikonversi menjadi sidik jari biometrik unik yang mampu mengidentifikasi individu tertentu.

Baca juga :
Binus Engineering Week 2026 Dorong Inovasi Berbasis Teknologi Berkelanjutan

Sistem ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin Danilo Avola dari Sapienza University of Rome. Mereka menguji WhoFi menggunakan data publik dan menunjukkan bahwa Wi-Fi bukan hanya pengganti kamera, tapi justru menawarkan keunggulan tersendiri.

Kenapa Wi-Fi Bisa Membedakan Orang?

CSI mencatat perbedaan kecil pada amplitudo dan fase sinyal di antara antena dan subcarrier. Variasi ini merekam bentuk tubuh dan pola gerak seseorang.

Baca juga :
Cegah Kecelakaan Jemaah Haji, Saudi Hadirkan Teknologi Canggih

WhoFi kemudian memproses data tersebut dengan model deep learning berbasis Transformer, yang dikenal efektif dalam mengenali pola jangka panjang dari data sinyal. Model ini mempelajari ciri khas tiap individu dari pergerakan mereka.

Hasil Pengujiannya

Pengujian dilakukan dengan dataset NTU-Fi Human ID yang terdiri dari rekaman 14 subjek yang berjalan dalam berbagai kondisi pakaian. Dengan CSI resolusi tinggi dan 2.000 paket per sampel, WhoFi berhasil mencapai: 95,5% akurasi rank-1; 88,4% mean average precision.

Baca juga :
Ini Lima Jenis Kereta Paling Cepat di Dunia

Semua ini dicapai hanya dengan dua router TP-Link N750 sebagai pemancar dan penerima.

Apa Bedanya dengan Teknologi Sebelumnya?

Sebelum WhoFi, teknologi seperti EyeFi (2020) menggabungkan kamera dan Wi-Fi, namun hanya mencapai akurasi sekitar 75% dan masih mengandalkan penglihatan. WhoFi menghapus kamera sepenuhnya dan mempelajari pola sinyal Wi-Fi secara langsung.

Tanpa kamera, sistem ini tidak merekam wajah, tidak terganggu pencahayaan, dan tidak bergantung pada pakaian. Artinya, ia lebih ramah privasi dan menggunakan infrastruktur Wi-Fi yang sudah ada di rumah dan kantor.

Dampak dan Tantangan Etisnya

Meskipun menjanjikan, teknologi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang privasi dan etika. Bayangkan toko ritel atau kantor memanfaatkan sistem seperti ini untuk mengenali pelanggan atau karyawan tanpa persetujuan.

Karena Wi-Fi beroperasi di spektrum terbuka dan murah untuk diimplementasikan, risiko penyalahgunaan pun meningkat. Terlebih lagi, hukum yang berlaku saat ini umumnya berfokus pada pengawasan berbasis wajah, bukan sinyal radio.

Apa Selanjutnya untuk WhoFi?

Aplikasi positif tetap ada: dari deteksi jatuh di rumah sakit, pemantauan tanpa kamera, hingga keamanan industri di area tanpa pengawasan visual.

Namun, untuk dapat digunakan secara luas, WhoFi perlu diuji di lingkungan nyata dengan lebih banyak subjek dan variasi kondisi. Di saat yang sama, perlu ada kerangka regulasi dan kebijakan privasi yang jelas untuk melindungi pengguna.

Penelitian ini telah dipublikasikan secara terbuka di arXiv, lengkap dengan dokumentasi, arsitektur model, dan hasil uji yang transparan. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Teknologi WhoFi WiFi Tracking Sinyal Wi-Fi Pengenalan Identitas Pelacakan Lokasi

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 01:18 WIB

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

News

Kejagung: Hery Susanto Terima Rumah Terkait Korupsi Tambang Nikel

News

KPK Tetapkan 5 Tersangka Suap Hasil Audit BPK Muara Enim

Gaya Hidup

10 Tokoh yang Wajahnya Pernah Menghiasi Uang Dolar AS

News

KWP Gandeng BNI Salurkan Ribuan Paket Alat Tulis Jelang Masuk Sekolah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777