https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KPK Sita Uang 1,5 Juta Dolar Amerika Terkait Korupsi PGN

Gery David Sitompul | Kamis, 14/08/2025 10:06 WIB



Selain uang, KPK juga menyita sebanyak 18 bidang tanah dan/atau bangunan lebih dari 10 hektare yang berlokasi di Cianjur dan Bogor, Jawa Barat  Logo KPK

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sejumlah US$1.556.000 (Rp25 miliar) dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan PT Inti Alasindo Energy (IAE) periode 2017–2021.

Selain uang, KPK juga menyita sebanyak 18 bidang tanah dan/atau bangunan lebih dari 10 hektare yang berlokasi di Cianjur dan Bogor, Jawa Barat 

"Dalam perkara dengan nilai kerugian negara mencapai US$15.000.000, penyidik juga telah melakukan penyitaan uang sebesar US$1.556.000," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis, 14 Agustus 2025.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK

"Dan terhadap beberapa aset terkait, di antaranya 18 bidang tanah dan/atau bangunan sejumlah lebih 10 ha yang berlokasi di wilayah Cianjur dan Bogor," tambahnya.

Dia menerangkan penyitaan aset tersebut merupakan langkah awal dalam rangka memulihkan aset diduga hasil tindak pidana korupsi.

Baca juga :
KPK Sita 4 Mobil dari Rumah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Budi menjelaskan, pada Juli 2025, penyidik melakukan rangkaian kegiatan penggeledahan rumah dua mantan Direktur Utama PT PGN yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan 

Penyidil KPK juga menggeledah salah satu Board of Director (BoD) yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan, diduga ikut terlibat pada saat memutuskan pembayaran Advance Payment.

Baca juga :
Dilaporkan Deputi KPK, Saksi Kasus Hasbi Hasan Hadir Gelar Perkara Khusus

Selain pihak PT PGN, lanjut Budi, penyidik juga melakukan penggeledahan rumah Direktur Keuangan PT IAE yang berlokasi di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Pihak dimaksud diduga ikut terlibat dalam tercapainya kesepakatan pembayaran Advance Payment dari PT PGN kepada PT IAE.

"Dari rangkaian penggeledahan ini, penyidik berhasil mendapatkan bukti-bukti berupa Barang Bukti Elektronik (BBE) dan dokumen, yang selanjutnya dilakukan penyitaan guna pembuktian TPK PJBG antara PT PGN dan PT IAE, dan menelusuri adanya peran pihak-pihak lainnya yang terlibat," imbuhnya.

Budi menambahkan penyidik telah merampungkan proses penyidikan dengan tersangka Direktur Komersial PT PGN periode 2016-Agustus 2019 Danny Praditya dan Direktur Utama PT Isargas 2011-22 Januari 2024 sekaligus Komisaris PT IAE 2006-22 Januari 2024 Iswan Ibrahim.

Sejak 8 Agustus 2025, Budi menjelaskan penyidik sudah melakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK atau Tahap II.

"Atas hal tersebut, perkara TPK dengan tersangka DP dan tersangka II ini segera disidangkan," pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

KPK Korupsi PGN Perusahaan Gas Negara Jual Beli Gas PT IAE Inti Alasindo Energy

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777