https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dampak Tingginya Curah Hujan Harus Diantisipasi Bersama

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 07/10/2022 13:57 WIB



Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan, awal musim hujan di Indonesia akan terjadi pada September hingga November 2022. Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Waspadai tingginya curah hujan dengan kesiapan sarana dan prasarana publik, serta strategi penanggulangan bencana yang baik untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

"Kewaspadaan kita semua harus ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas keseharian masyarakat, bahkan korban jiwa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Jumat (7/10).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan, awal musim hujan di Indonesia akan terjadi pada September hingga November 2022 dengan puncak musim penghujan diperkirakan pada Desember 2022 dan Januari 2023.

Baca juga :
3 Ribu Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Teken Bantuan Perbaikan

Curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang tercatat 2 Oktober hingga 8 Oktober 2022.

Dampaknya, sejumlah ruas jalan di Jabodetabek tergenang air dan mengganggu aktivitas publik. Selain itu satu sekolah di Jakarta terendam banjir dan merobohkan tembok sekolah yang menimbulkan korban jiwa.

Baca juga :
Legislator NasDem Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke di Tanah Suci

Potensi peningkatan curah hujan, menurut Lestari, harus diantisipasi dengan kesiapan sarana dan prasarana publik di setiap daerah agar mampu menghadapi peningkatan curah hujan yang signifikan.

Kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, juga bisa dilakukan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bagaimana seharusnya menyikapi bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Kesigapan dalam pencegahan dan pengetahuan yang cukup dari masyarakat dalam menghadapi bencana, menurut Rerie, diharapkan mampu menekan terjadinya korban jiwa dalam setiap bencana yang terjadi.

Rerie berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat di setiap daerah bahu membahu dalam menghadapi ancaman dampak cuaca ekstrem.

Rerie menghimbau kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menghidupkan kembali gerakan gotong-royong dalam upaya merawat sarana dan prasarana di daerah masing-masing agar berfungsi maksimal dalam menghadapi potensi peningkatan curah hujan yang terjadi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Cuaca Ekstrem Bencana Banjir BMKG

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777