https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Normalkan Kekenyangan Dini? Simak Penjelasannya

Syafira | Senin, 17/01/2022 13:06 WIB



Awalnya tidak berbahaya, namun jika tidak segera ditangani dengan baik dalam waktu lama akan menimbulkan penyakit lain Ilustrasi mengalami gangguan kekenyangan dini (foto:sukabumiupdate)

Jakarta, Jurnas.com – Hal yang lumrah bila kamu merasa kenyang karena banyak makan. Namun akan menjadi tidak wajar bila seseorang hanya makan beberapa suap sudah merasa kekenyangan. Jika kamu mengalami kekenyangan dini (early satiety), segeralah periksakan diri ke dokter karena ini merupakan  gangguan.

Penyebab kekenyangan dini dapat terjadi pada siapapun, tapi lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Awalnya gangguan ini tidak berbahaya, namun jika tidak segera ditangani dengan baik dalam waktu lama akan menimbulkan penyakit lain seperti perasaan mual atau ingin muntah selama makan, sakit perut, kembung, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Anda pun mengalami kekurangan kalori dan nutrisi yang berakibat melemahnya sistem imunitas tubuh akibat kekurangan gizi.

Kekenyangan dini terjadi karena makanan menumpuk di lambung. Ini disebabkan adanya gangguan pada gerakan lambung untuk mendorong makanan ke usus. Inilah yang membuat Anda sudah kenyang meski baru makan beberapa suap.

Baca juga :
Waspada! 5 Orang dengan Kondisi Ini Tak Boleh Minum Air Kelapa

Gangguan pada otot lambung yang menyebabkannya bergerak lebih lambat atau malah tidak bergerak sama sekali yang disebut gastroparesis. Umumnya terjadi akibat kerusakan pada saraf lambung yang diawali oleh penyakit diabetes.

Bukan hanya gastroparesis, penyakit lain pun juga dapat menyebabkan kondisi ini terjadi, diantaranya adalah Gastroesophageal reflux disease (GERD), Tukak lambung, Irritable bowel syndrome (IBS), Obstruksi saluran lambung, Tumor di lambung dan Kanker pancreas. Selain itu, dapat muncul pada orang yang mengalami sindrom dispepsia atau sakit maag.

Baca juga :
Tips Konsumsi Daging Merah untuk Kesehatan

Bagi penderita diabetes yang mengalami ini, sebaiknya lakukan pengecekan kadar gula darah. Anda juga disarankan untuk makan dalam porsi kecil dalam bentuk lembut seperti bubur, namun dengan frekuensi lebih sering. Kemudian kurangi asupan lemak dan serat agar memperlambat proses pencernaan.

Selanjutnya, konsumsi obat sesuai anjuran dokter untuk meredakan rasa tidak nyaman di lambung. Jangan lupa, istirahat serta minum air putih yang cukup. Jaga pula pola hidup dan asupan makanan yang sehat.

Baca juga :
Studi: Kelamaan Duduk Bisa Picu Masalah Kesehatan, Olahraga Tak Cukup Menangkal
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesehatan Kekenyangan dini Gangguan Kondisi

Terkini | Minggu, 17/05/2026 03:14 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777