Minggu, 17/10/2021 23:07 WIB

Juli 2021, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2,59 Miliar

Kalau kita lihat trennya, tren surplus ini tercatatkan selama 15 bulan berturut-turut.

Kantor Badan Pusat Statistik. (Foto: bps.go.id))

Jakarta, Jurnas.com - Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2021 tercatat surplus US$ 2,59 miliar dengan nilai total ekspor US$ 17,70 miliar dan impor  US$ 15,11 miliar.

"Kalau kita lihat trennya, tren surplus ini tercatatkan selama 15 bulan berturut-turut. Ini juga memberikan indikasi bahwa ekonomi kita semakin membaik. Karena selama 15 bulan neraca perdagangan mengalami surplus," kata Kepala BPS Margo Yuwono saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Margo memaparkan menurut komoditas, penyumbang surplus terbesar pada Juli 2021 adalah lemak dan minyak hewan atau nabati, diikuti bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Menurut dia, dari surplus yang terjadi sepanjang 15 bulan, surplus tertinggi terjadi pada Oktober 2020 yang mencapai US$ 3,58 miliar. Sementara, jika diperhatikan hanya pada 2021, surplus tertinggi terjadi pada Mei 2021 yaitu sebesar US$ 2,70 miliar.

Adapun perdagangan RI dengan sejumlah negara mengalami surplus, di antaranya dengan Amerika Serikat yang surplus US$ 1,27 miliar, dengan Filipina surplus US$ 533 juta, dan Malaysia surplus US$ 397,5 juta.

Dengan demikian, surplus neraca perdagangan RI pada Januari-Juli 2021 mengalami surplus US$ 14,42 miliar.

"Jika dibandingkan 2020 surplus neraca perdagangan RI saat itu hanya US$ 8,65 miliar. Tahun 2019 defisit, 2018 juga defisit, 2017 surplus US$ 7,39 miliar, dan pada 2016 surplus US$ 4,76 miliar. Surplus kita kalau melihat tren dari tahun ke tahun, surplus pada Januari-Juli 2021 ini cukup tinggi," ujar Margo.

TAGS : BPS Neraca Dagang Surplus Ekspor Margo Yuwono




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :