Rabu, 22/09/2021 02:57 WIB

Terintegrasi BMKG, Sekjen PDIP: Semua Kader Akan Digembleng Siaga Bencana

PDIP akan membangun sistem informasi yang terintegrasi dengan BMKG.

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan

Jakarta, Jurnas.com - Pengetahuan dan keahlian tentang siaga bencana akan menjadi menu pelatihan bagi semua kader PDI Perjuangan di Seluruh Indonesia.

"Setiap tanggal 26 setiap bulannya, kita itu melaksanakan simulasi tanggap bencana," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Penegasan ini dikatakan Hasto setelah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi.

Sistem ini mendorong masyarakat Indonesia memiliki budaya mitigasi bencana alam yang rawan terjadi.

Jadi sebelum Hasto menyampaikan rencana gembleng siaga bencana, Megawati terlebih dulu meresmikan program Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi tersebut. 

"Dengan ini secara resmi pengaktifan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini saya buka dengan resmi," kata Megawati.

Megawati melakukannya di acara peluncuran Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi yang digelar DPP PDIP, dari Kantor Pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2021).

Presiden Kelima RI itu meminta semua pihak sadar untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dampak bencana alam. Terutama merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebutkan Ibu Kota Negara, Jakarta, akan tenggelam pada 10 tahun ke depan.

Dia mengingat pesan eks Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore bahwa solusi untuk menangani perubahan iklim global harus membutuhkan kerja sama semua negara.

"Satu hal yang harus dilakukan agar disaster itu bisa diatasi, seluruh negara di dunia kompak menurunkan emisi karbon. Saling bekerja sama untuk mengurangi, mencegah," kata Megawati.

Megawati juga sering menyampaikan isu lingkungan hidup dan pemanasan global kepada Presiden Joko Widodo. Dia menyadari isu ini sangat sulit disampaikan kepada masyarakat. Namun, Ketua Dewan Pengarah BPIP itu mengaku tak bosan menyampaikannya kepada masyarakat.

"Jadi supaya didengarkan oleh warga PDI Perjuangan dimanapun mereka berada. Saya sekali lagi ingin mengatakan bahwa jangan hanya didengarkan, harus dilaksanakan," ucap Megawati.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa dengan peluncuran ini, maka PDIP akan membangun sistem informasi yang terintegrasi dengan BMKG.

"Seluruh struktur PDIP di seluruh Indonesia, akan terhubung, serta terlibat aktif dalam menyebarkan informasi peringatan dini dari BMKG," kata Hasto.

"Setiap tanggal 26 setiap bulannya, kita itu melaksanakan simulasi tanggap bencana. Nanti di tiap pelatihan itu kita ujicobakan informasi bencana. Katakanlah jika ada sinyal bencana, bagaimana di 10 detik pun, kita harus terlatih mempersiapkan diri agar siap menghadapi bencana," urai Hasto.

Dengan ini, PDIP akan meminta kader di daerah untuk membangun sistem peringatan ini sesuai konteks kemampuan wilayahnya masing-masing.

"Entah dengan alarm, atau dengan kentongan, yang penting bagaimana peringatan bencana ini bisa segera disebarluaskan," kata Hasto.

Dalam acara ini, hadir juga jajaran DPP PDIP lainnya, seperti Djarot Saiful Hidayat, Komarudin Watubun, Ribka Tjiptaning, Sadarestuwati, dan Sukur Nababan. Secara virtual hadir Eriko Sotarduga, Mindo Sianipar, Sri Rahayu, Utut Adianto, Hamka Haq, Rudianto Tjen, Ahmad Basarah, Yanti Sukamdani, dan Yasonna Laoly.

Hadir juga sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan, di antaranya Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Turut hadir Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala BNPP Marsekal Madya Henri Alfiandi.

TAGS : BMKG Hasto Kristiyanto PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Hidrometeorologi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :