Senin, 20/09/2021 17:34 WIB

Ingin Mesin Sehat, Simak Tips Ini

BBM berkualitas disebutnya akan menciptakan pembakaran yang sempurna di ruang mesin, hingga BBM yang diperlukan untuk pembakaran semakin hemat dengan tingkat polusi yang tidak banyak.

Ilustrasi BBM (foto: camargus)

Jakarta, Jurnas.com - Pengamat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Yannes Martinus mengatakan, pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dengan kandungan research octane number (RON) yang lebih tinggi akan membuat mesin kendaraan lebih sehat dengan pengeluaran pembelian BBM yang lebih hemat.

BBM berkualitas disebutnya akan menciptakan pembakaran yang sempurna di ruang mesin, hingga BBM yang diperlukan untuk pembakaran semakin hemat dengan tingkat polusi yang tidak banyak.

"Intinya, semakin tinggi oktan jika dipadu dengan mesin yang kompatibel, yaitu mesin berkompresi tinggi, maka penggunaan BBM dapat lebih hemat serta menghasilkan polusi lebih rendah,” kata Yannes dalam siaran pers, Sabtu (31/7/2021).

Logikanya, semakin sedikit bensin yang dibakar akan semakin sedikit polusi yang dihasilkan. Semakin sempurna pembakaran di mesin, semakin sedikit pula polusi yang dihasilkan.

Sebagai gambaran, lanjutnya, mesin-mesin kendaraan modern yang menggunakan bensin, sekarang ini sudah berada di antara 9:1 sampai 10:1.

Bahkan beberapa sudah sampai 14:1. Semakin tinggi kompresi mesin, maka campuran bahan bakar dan udara akan semakin padat dan semakin sedikit emisi gas buangnya.

"Semakin sempurna pembakaran yang dihasilkan," ujar Yannes.

Pada mesin kendaraan keluaran baru, juga dipasang injektor sebagai pengganti karburator. "Hal itu untuk menghasilkan pengabutan yang lebih halus dan mampat pada ruang bakar dengan tingkat kestabilan partikel dan densitas yang semakin baik,” ujarnya.

Namun sebaliknya, menurut Yannes mesin kompresi tinggi yang umumnya digunakan mobil terbaru, ledakan apinya juga tinggi.

Jika dipaksakan pakai BBM oktan rendah, ditambah busi tipe panas, maka akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna, karena BBM-nya akan terlalu cepat terbakar sebelum terpercik api dari busi.

"Ini akan menimbulkan knocking pada mesin, kemudian jika berkepanjangan akan terjadi penumpukan kerak di ruang bakar mesin. Akibatnya kendaraan menjadi tidak bertenaga, boros BBM, dan overheating. Ujung-ujungnya mesin akan semakin cepat rusak," tutup Yannes.

TAGS : ITB Yannes Martinus BBM Pembakaran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :