Rabu, 22/09/2021 04:29 WIB

Apresiasi Perpanjangan PPKM, Syarief: Ini Solusi Terbaik

Kini Indonesia menjadi episentrum Covid 19 Asia bahkan dunia melampaui India yang selama ini dikenal terburuk dalam hal penanganan Covid 19.

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan, mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah dalam memperpanjang pelaksanaan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli – 2 Agustus 2021.

Sedari awal, Partai Demokrat telah berulang kali menyampaikan kepada pemerintah bahwa PKPM Darurat sebaiknya diperpanjang dan memprioritaskan sektor kesehatan, bahkan perlunya realokasi anggaran infrastruktur untuk penanganan pandemi, termasuk untuk insentif nakes, pelaksanaan vaksinasi, maupun bantuan sosial bagi warga dan UMKM.

Langkah perpanjangan PPKM adalah solusi terbaik menyikapi angka infeksi covid-19 yang tidak kunjung menurun signifikan.

“Kesehatan dan keselamatan rakyat adalah yang utama. Jika rakyat sakit, ekonomi juga akan ikut sakit, serta secara luas akan membuat negara dalam keadaan yang tidak aman. Langkah perpanjangan PPKM ini telah menunjukkan pemerintah masih mendengarkan suara rakyat, meski seharusnya dilakukan sejak awal pandemi. Bagi Partai Demokrat, kebijakan yang memprioritaskan sektor kesehatan patut didukung, dan hal ini adalah sikap Partai Demokrat sedari awal Indonesia dihantam pandemi,” ujar Syarief Hasan.

Sebagaimana diketahui, angka infeksi covid-19 terus mengalami penurunan. Pada Minggu, 25 Juli ini, tercatat ada penambahan 38.679 kasus baru, dengan jumlah kematian 1266 jiwa. Angka ini menurun dibandingkan dengan Sabtu, 24 Juli yang tercatat ada 45.416 kasus, dan kematian sebanyak 1415 orang, dan ternyata hal ini disebabkan selama 4 hari terakhir, spesimen yang diuji terus mengalami penurunan, yakni 294.470 orang pada 22 Juli, menurun menjadi 274.246 (23 Juli), 252.696 (24 Juli), dan 25 Juli hanya sebanyak 173.472 orang.

Dan kini Indonesia menjadi episentrum Covid 19 Asia bahkan dunia melampaui India yang selama ini dikenal terburuk dalam hal penanganan Covid 19.

Syarief Hasan juga menilai manajemen penanganan pandemi yang dirasa belum optimal, baik dari sisi pelaksanaan vaksinasi maupun penyaluran bantuan sosial. Per 25 Juli 2021, jumlah warga yang tervaksin tahap 1 baru sekitar 44,46 juta jiwa, sementara yang telah selesai vaksin ke-2 adalah 17,9 juta jiwa.

Ini berarti, jika warga tervaksin di tahap 1 dan 2 digabung, baru 29,95 persen warga yang tervaksin dari target 208,26 juta masyarakat Indonesia. Padahal kunci utama dalam mengakhiri pandemi adalah melakukan vaksinasi secepat dan sebanyak mungkin.

Di sisi lain, Hingga pertengahan Juli 2021, serapan anggaran penanganan pandemi juga masih rendah. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran kesehatan baru mencapai 25,2 persen atau Rp 54,1 triliun dari pagu Rp Rp 214,95 triliun.

Sementara realisasi untuk perlindungan sosial hanya mencapai 43,8 persen atau Rp 82,22 triliun dari Rp 187,84 yang dialokasikan. Bahkan, realisasi untuk dukungan UMKM dan korporasi tercatat hanya 32 persen, Rp 51,53 triliun dari total Rp 161,2 triliun. Hal ini patut menjadi catatan sebab pada tahun 2020, total realisasi anggaran penanganan pandemi hanya mencapai 83,4 persen.

“Hal yang patut kita syukuri dari perpanjangan PPKM level 4 ini adalah pemerintah masih mendengarkan aspirasi dari warganya bahwa pandemi ini adalah derita dan kerugian kita bersama khususnya bagi Rakyat dan tentunya kita harapkan segera berakhir. Untuk itu, selama kebijakan Pemerintah berpihak kepada rakyat, Demokrat akan mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah tersebut,” tutup Syarief.

TAGS : Kinerja MPR Syarief Hasan PPKM Perpanjangan Penanganan Pandemi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :