Rabu, 22/09/2021 05:55 WIB

Pilih Agama Ketimbang Vaksin, Pria Ini Mati Direnggut Covid-19

Pria bernama Stephen Harmon itu paling vokal menolak vaksin lokal. Dia bahkan membuat serangkaian lelucon agar masyarakat juga ikut menolak vaksin.

Stephen Harmon dirawat di rumah sakit (Foto: BBC)

New York, Jurnas.com - Seorang pria asal California, Amerika Serikat (AS) yang getol menyerukan penolakan terhadap vaksin Covid-19, meninggal dunia pekan ini, setelah berjuang melawan virus corona selama sebulan terakhir.

Pria bernama Stephen Harmon itu paling vokal menolak vaksin lokal. Dia bahkan membuat serangkaian lelucon agar masyarakat juga ikut menolak vaksin.

"Mendapatkan 99 masalah, tapi vaksin bukan satu di antaranya," cuit pria 34 tahun itu kepada 7.000 pengikutnya pada Juni lalu dikutip dari BBC pada Minggu (25/7).

Harmon dirawat karena pneumonia dan Covid-19 di sebuah rumah sakit di luar Los Angeles, tempat dia meninggal pada Rabu pertengahan pekan lalu.

Pada hari-hari menjelang kematiannya, Harmon mendokumentasikan perjuangannya untuk tetap hidup, memposting foto dirinya di ranjang rumah sakit.

"Tolong doakan kalian semua, mereka benar-benar ingin mengintubasi saya dan memasangkan saya di ventilator," katanya.

Dalam tweet terakhirnya pada hari Rabu, Harmon mengatakan dia telah memutuskan untuk menjalani intubasi.

"Belum tahu kapan bangun, mohon doanya," tulisnya.

Terlepas dari perjuangannya melawan virus, Harmon masih mengatakan bahwa dia tetap menolak ditusuk, dengan mengatakan bahwa keyakinan agamanya akan selalu melindunginya.

Sebelum kematiannya, dia sempat bercanda tentang pandemi dan vaksin, dengan membagikan meme yang mengatakan bahwa dia mempercayai Alkitab dari pada ahli penyakit terkemuka AS Dr Anthony Fauci.

California mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dengan mayoritas dari mereka yang dibawa ke rumah sakit tidak divaksinasi.

TAGS : Menolak Vaksin Agama Amerika Serikat Stephen Harmon




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :