Rabu, 22/09/2021 04:22 WIB

AstraZeneca Tingkatkan Pasokan Vaksin Asia Tenggara

Produsen obat itu sebelumnya mengatakan, dosis vaksin untuk Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya akan berasal dari pabrik mitranya di Thailand, Siam Bioscience, yang dimiliki oleh raja Thailand dan pembuat vaksin pertama kali.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Reuters)

Bangkok, Jurnas.com - Perusahaan AstraZeneca sedang "menjelajahi" rantai pasokan globalnya untuk mencoba meningkatkan pasokan vaksin COVID-19 ke Asia Tenggara.

Komentar itu muncul setelah sebuah surat bocor pekan lalu menunjukkan bahwa pembuat obat telah menawarkan memasok 5 juta hingga 6 juta dosis vaksin per bulan ke Thailand, bertentangan dengan pernyataan pejabat Thailand, yang mengatakan, pemerintah berutang 10 juta per bulan dan 61 juta dosis pada akhir 2021.

AstraZeneca sedang "menjelajahi 20+ rantai pasokan di jaringan manufaktur kami di seluruh dunia untuk menemukan vaksin tambahan untuk Asia Tenggara, termasuk Thailand," kata Direktur pelaksana AstraZeneca Thailand, James Teague dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap dapat mengimpor dosis tambahan di bulan-bulan mendatang," tambahnya.

Produsen obat itu sebelumnya mengatakan, dosis vaksin untuk Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya akan berasal dari pabrik mitranya di Thailand, Siam Bioscience, yang dimiliki oleh raja Thailand dan pembuat vaksin pertama kali.

Tekanan telah meningkat pada perusahaan setelah Thailand mengatakan, sedang mempertimbangkan memberlakukan pembatasan ekspor vaksin AstraZeneca COVID-19 yang diproduksi secara lokal untuk menopang pasokan domestik.

Langakah tersebut dinilai dapat memukul negara tetangganya, beberapa di antaranya sedang berjuang melawan COVID yang serupa atau krisis COVID-19 yang lebih parah.

Siam Bioscience belum mengomentari laporan kekurangan produksi atau jadwal pengiriman.

Teague mengatakan bahwa AstraZeneca telah mengirimkan 9 juta sejauh ini ke Thailand dan akan mengirimkan 2,3 juta lagi minggu depan.

Thailand telah sepenuhnya menginokulasi hanya 5,56 persen dari populasi lebih dari 66 juta sejauh ini, sementara 18,62 persen telah menerima setidaknya satu dosis, data pemerintah menunjukkan.

TAGS : AstraZeneca Vaksin COVID-19 Asia Tenggara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :