Senin, 27/09/2021 00:59 WIB

Penumpang Selundupkan 15 Bekicot Raksasa ke Pesawat

Petugas keamanan bandara Amerika Serikat (AS) menemukan setidaknya 15 bekicot raksasa, daun segar, dan seperempat pon daging sapi di dalam sebuah bagasi di bandara Texas.

Hewan bekicot (Foto Corry)

New York, Jurnas.com - Petugas keamanan bandara Amerika Serikat (AS) menemukan setidaknya 15 bekicot raksasa, daun segar, dan seperempat pon daging sapi di dalam sebuah bagasi di bandara Texas.

Dikutip dari BBC pada Jumat (23/8), seorang penumpang yang tiba dari Nigeria mengaku telah menyimpan daging sapi kering di kopernya, sebelum petugas mengecek dan mendapati 15 bekicot raksasa Afrika.

Bekicot itu akhirnya diserahkan ke Departemen Pertanian AS (USDA), sebab dapat menyebabkan meningitis pada manusia. Beikcot raksasa afrika juga ilegal untuk dimiliki di AS tanpa izin.

Diketahui, bekicot raksasa Afrika adalah salah satu siput yang paling merusak di dunia. Di Afrika Barat, hewan ini justru dianggap sebagai makanan lezat.

Namun, bekicot diketahui membawa parasit rat lungworm. Parasit ini dapat menyebabkan meningitis, penyakit peradangan yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.

Lebih dari 2.800 kasus penyakit ini telah dilaporkan di 30 negara, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Dalam kebanyakan kasus, orang yang terinfeksi memiliki gejala ringan, seperti sakit kepala, leher kaku, dan mual, atau tidak ada gejala sama sekali.

Bekicot ini juga berpotensi menjadi ancaman serius bagi lingkungan, merusak ekosistem dan bangunan lokal. Hewan tersebut memakan setidaknya 500 jenis tanaman, tetapi jika buah-buahan dan sayuran tidak tersedia, mereka dapat beralih ke kulit pohon bahkan plesteran di rumah.

Spesies ini pertama kali ditemukan di Florida selatan pada 1960-an, menurut USDA. Butuh 10 tahun dan US$1 juta (£730.000) untuk membasmi wabah bekicot.

Pada tahun 2011, bekicot kembali ke Florida, dan upaya untuk menghilangkannya kembali dilakukan.

TAGS : Beikcot Raksasa Penumpang Pesawat Bandara AS Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :