Sabtu, 24/07/2021 09:36 WIB

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi, Bamsoet Ajak APLI Salurkan CSR Bagi Warga Terdampak Covid-19

Bamsoet menjelaskan, Badan Pusat Statistik mencatat dalam periode Agustus 2020 hingga Februari 2021, setidaknya ada 19,10 juta penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo menyerahkan souvenir kepada pelajar peserta vaksinasi untuk 6 ribu pelajar dan masyarakat umum, di Garden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/7/21). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) serta asosiasi pengusaha lainnya untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu saudara sebangsa yang terpapar virus Covid-19 maupun warga terdampak pandemi Covid-19.

Antara lain dalam bentuk penyaluran sembako, vitamin, hingga mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Mengingat ditengah lonjakan kasus Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Level 1-4, menyebabkan banyak kegiatan ekonomi terhenti. Tidak semua pekerja memiliki kesempatan bekerja dari rumah dengan upah yang stabil tanpa potongan. Tidak sedikit dari mereka yang harus mengalami penurunan atau bahkan terhenti sama sekali pendapatannya," ujar Bamsoet usai membuka pelaksanaan vaksinasi untuk 6 ribu pelajar dan masyarakat umum, di Garden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/7/21).

Bamsoet menjelaskan, Badan Pusat Statistik mencatat dalam periode Agustus 2020 hingga Februari 2021, setidaknya ada 19,10 juta penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 1,62 juta diantaranya terpaksa harus kehilangan pekerjaan.

Sedangkan hingga Maret 2021, jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 27,54 juta jiwa. Sebanyak 12,18 juta diantaranya berada di perkotaan dan 15,37 juta diantaranya berada di pedesaan.

"Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat akibat pandemi Covid-19 setidaknya tiga perusahaan otomotif dan komponen otomotif memutuskan mengurangi karyawan hingga 30 persen. Sementara Asosiasi Pekerja Indonesia (ASPEK) mencatat sekitar 60 persen dari total anggota serikatnya mengadukan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan serta kasus PHK yang sudah terjadi," jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu kunci mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap 6 ribu pelajar dan masyarakat umum tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai penyedia vaksin.

Bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih sebagai penyedia tenaga medis, serta para sponsor seperti GERAK BS, IMI, MBI, FKPPI, dan APLI yang menyiapkan sarana dan prasarana seperti jarum suntik dan teknis administrasinya lainnya.

"Kegiatan ini meringankan beban kerja pemerintah pusat dan daerah dalam mensukseskan target vaksinasi covid-19 nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, 2 juta dosis vaksin per hari. Sekaligus meringankan beban keuangan pemerintah karena tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk sewa tempat, pembelian jarum suntik, hingga honorarium tenaga medis, karena seluruhnya ditanggung pihak sponsor," pungkas Bamsoet.

Beri Tanda Khusus Bagi Warga yang Isoman

Data LaporCovid-19 mencatat setidaknya ada 712 pasien isolasi mandiri yang wafat. Menjadi fenomena baru seiring meluasnya lonjakan kasus Covid-19. Paling banyak terdapat di Jawa Barat sebanyak 248 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 134 orang, Jawa Tengah 114 orang, Jawa Timur 72 orang, Banten 68 orang, dan DKI Jakarta 53 orang, sisanya di luar Jawa.

"Agar warga yang isoman bisa terpantau oleh tetangga dan lingkungan sekitar, ada baiknya di rumah warga yang melakukan isoman diberikan tanda khusus. Misalnya menggunakan bendera berwarna, sehingga menjadi tanda bahwa di rumah atau tempat tersebut sedang digunakan oleh warga untuk isoman. Termasuk menginformasikan berapa jumlah warga yang sedang isoman di rumah atau tempat tersebut," ujar Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, warga yang isoman juga harus melaporkan dirinya kepada Ketua RT setempat melalui whatsapp ataupun media komunikasi lainnya. Sehingga RT dan Satgas Covid-19 setempat bisa memantau secara berkala, termasuk memberikan bantuan kepada warga yang isoman.

"Tidak perlu menutupi informasi diri jika terpapar virus Covid-19. Justru dengan membuka diri dan menginformasikan kepada lingkungan sekitar, kita bisa mencegah hal buruk terjadi," jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, sesuai informasi Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, pasien isoman harus rutin melakukan pemeriksaan mandiri terhadap dirinya. Hasilnya, sebaiknya juga dilaporkan kepada keluarga dan Ketua RT setempat.

"Pemeriksaan itu meliputi suhu tubuh dan saturasi oksigen. Jika suhunya diatas 39 derajat celcius, serta saturasi oksigennya turun kurang dari 93 dan terus menurun hingga dibawah 90, pasien harus berhati-hati. Keluarga bersama Ketua RT dan Satgas Covid-19 setempat harus mulai mempersiapkan diri membawa pasien ke rumah sakit. Jika telat, akibatnya bisa fatal," terang Bamsoet.

TAGS : Kinerja MPR Bambang Soesatyo APLI Vaksinasi Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :