Senin, 27/09/2021 01:35 WIB

Hukum dan Hikmah Berkurban dalam Islam

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, seluruh umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. 

Ilustrasi hewan kurban (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, seluruh umat Islam merayakan hari raya Idul Adha atau biasa disebut Idul Kurban.

Pada hari itu, umat Islam disunnahkan untuk berqurban dimana mereka menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah.

Dikutip Amal Qurban, hukum ibadah kurban yakni sunnah muakkadah (sunnah yang sangat disarankan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. 

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir.

Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw mengatakan bahwa, “ Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya .” HR Muslim.

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, karena keduanya takut jika kurban itu dianggap wajib.

Sementara itu, ada beberapa himah berkurban dalam islam, di antaranya: Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim.

Selain itu, ibadah kurban juga sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “ Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla .”

Ibadah berkurban lebih baik dibandingkan bersedekah dengan sejumlah uang dengan senilai hewan kurban.

Dalam kitab Ahkam Udhiyah adz Dzakaah, Ibnu Qayyim mengatakan: “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan qurban.”

TAGS : Ibadah Kurban Hukum Islam Idul Adha




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :