Minggu, 24/10/2021 05:21 WIB

RS Covid-19 Terbakar, Pasien Sakit Terpanggang hingga Tewas

Jumlah korban tewas dalam kebakaran di rumah sakit yang menangani kasu virus corona di Irak selatan naik menjadi 66 jiwa.

Keluarga menangisi kerabat yang meninggal dalam kebakaran RS Covid-19 di Irak (Reuters)

Nassiriya, Jurnas.com - Jumlah korban tewas dalam kebakaran di rumah sakit yang menangani kasu virus corona di Irak selatan naik menjadi 66 jiwa.

Lebih dari 100 lainnya terluka dalam kebakaran pada Senin (12/7) malam di kota Nassiriya, yang menurut penyelidikan awal dimulai ketika percikan kabel rusak menyebar ke tangki oksigen yang kemudian meledak.

Pada April lalu, ledakan serupa di rumah sakit Covid-19 Baghdad menewaskan sedikitnya 82 orang dan melukai 110 lainnya.

Kepala Komisi Hak Asasi Manusia Irak mengatakan, ledakan Senin malam menunjukkan betapa tidak efektifnya langkah-langkah keamanan dalam sistem kesehatan, yang dilumpuhkan oleh perang dan sanksi masih berlaku.

"Mengulangi insiden tragis seperti itu beberapa bulan kemudian berarti masih belum ada tindakan (yang memadai) yang diambil untuk mencegahnya," kata Ali Bayati dikutip dari Reuters pada Selasa (13/7).

Kemarahan menyebar di antara orang-orang yang berkumpul di kamar mayat Nassiriya, saat mereka menunggu untuk menerima jenazah kerabat.

"Tidak ada respon cepat terhadap api, tidak cukup petugas pemadam kebakaran. Orang sakit terbakar sampai mati. Ini bencana," kata Mohammed Fadhil, yang menunggu di sana untuk menerima jenazah.

Dua pejabat kesehatan mengatakan korban tewas akibat kebakaran termasuk 21 mayat hangus yang masih belum teridentifikasi.

Kobaran api menjebak banyak pasien di dalam bangsal rumah sakit, yang sulit dijangkau oleh tim penyelamat, kata seorang petugas kesehatan sebelum memasuki gedung yang terbakar.

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi memerintahkan penangguhan dan penangkapan manajer kesehatan dan pertahanan sipil di Nassiriya, serta manajer rumah sakit al-Hussain.

TAGS : RS Covid-19 Irak Kebakaran Nassiriya




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :