Sabtu, 24/07/2021 09:30 WIB

Resmi Dibuka The 2nd Milenial Indonesian Agropreneur Expo 2021

Kunci sukses sektor pertanian adalah peningkatan produktivitas. Upayanya harus dimulai dari permodalan hingga pasca produksi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi. (Foto: Ist)

Yogyakarta, Jurnas.com- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) resmi menggelar The 2`nd Millenial Indonesian Agropreneur Expo 2021 di Atrium Plaza Ambarrukmo Yogyakarta pada (12-13).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku tuan rumah hadir secara virtual menyampaikan, Presiden pertama Soekarno pernah mengatakan, beri aku seribu orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia.

Sri Sultan sangat berharap pemuda kembali kedaerah dan mengembangkan sektor pertanian. "Pertanian maju, mandiri, modern menjadi salah satu misi Kementan. Hal tersebut dapat bila SDM pertanian dapat mengombinasikan antara intelektual dengan kemampuan iptek yang tinggi. Jika dua hal itu sudah terwujud, maka cita-cita Bung Karno agar pemuda Indonesia mampu mengguncang dunia akan segera terwujud," unggap Sri Sultan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo  mengajak generasi muda untuk meningkatkan potensi serta kemampuannya dalam sektor pertanian. "Pertanian itu Sexy, Pertanian itu potensial, Pertanian itu menjanjikan maka kalian harus bangga menjadi petani serta entrepreneur muda di sektor pertanian," ujarnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa target penumbuhan dan pengembangan petani milenial sebanyak 2,5 juta pada tahun 2024 merupakan salah satu konsen dari Kementerian Pertanian saat ini.

"The 2`nd Millenial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo digelar dalam rangka mewadahi para petani milenial untuk saling bertukar pengalaman serta membangun jejaring antar wirausahawan muda pertanian",tambahnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka acara menjelaskan 10 tahun yang akan datang situasi akan berubah, petani yang sekarang sedang produktif, maka akan memasuki usia pensiun. Regenerasi petani tua ke petani muda harus segera dilaksanakan.

"Petani milenial itu cerdas, melek terhadap IPTEK, dan memiliki adrenalin yang luar biasa, pembangunan pertanian harus menjadi milik anak-anak muda," ujar Dedi.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, kunci sukses sektor pertanian adalah peningkatan produktivitas. Upayanya harus dimulai dari permodalan hingga pasca produksi. "Value added produk pertanian ada di pasca produksinya, komoditas hasil pertanian harus diolah dan dikemas dengan baik baru dijual, maka keuntungannya akan berlipat. Itu semua anak muda yang mampu melakukannya," ujar Dedi.

Menurtnya melalui acara ini akan muncul millenial agropreneur yang luar biasa dan terbentuk jaringan yang kuat antar mereka hingga pada akhirnya mereka mampu menampilkan produk-priduknya dari level domestik hingga mancanegara," tutur Dedi.

Turut hadir memberikan dukungan pada kegiatan ini jajaran pimpinan Daerah Istimewa Yogyakarta, UPT Kementan, UPT pendidikan lingkup Kementan, Perbankan dalam hal ini Bank Mandiri, Universitas Gadjah Mada, Stakeholder, Duta Petani Milenial dan Duta Petani andalan. serta entrepreneur milenial yang berasal dari Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

Mengusung tema ‘Milenial Agropreneur, Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif’, The 2`nd MIA Expo menghadirkan produk-produk unggulan seperti Akway, Kopi Jamu, Aneka produk olahan hingga alat dan mesin pertanian hasil inovasi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Untuk menghindari resiko penyebaran covid 19, panitia menerapkan registrasi dengan scan barcode serta pembayaran secara cashless melalui Mastore.co.id.

TAGS : The 2`nd MIA Expo Dedi Nursyamsi Yogyakarta




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :