Sabtu, 24/07/2021 15:53 WIB

WLT: Covid-19 Membuat Banyak Orang Sadar Krisis Iklim

Badan amal yang fokus melindungi habitat terancam, World Land Trust (WLT) menyebut pandemi Covid-19 membuat banyak orang sadar dengan krisis iklim.

Dampak perubahan iklim (Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko)

Suffolk, Jurnas.com - Badan amal yang fokus melindungi habitat terancam, World Land Trust (WLT) menyebut pandemi Covid-19 membuat banyak orang sadar dengan krisis iklim.

Lembaga yang berbasis di Halesworth, Suffolk itu bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mengamankan habitat yang berisiko.

Kampanye terbarunya ialah untuk melindungi hutan di Tanzania, mengumpulkan dana mencapai £400.000 dalam lima minggu.

"Dalam 18 bulan terakhir, orang telah menyadari betapa pentingnya habitat," kata Dan Bradbury, Direktur Komunikasi dan Pengembangan WLT dikutip dari BBC pada Minggu (6/6).

"Orang-orang bangun, kita mengalami krisis keanekaragaman hayati dan krisis iklim, dan saya pikir orang-orang telah melihat hubungannya dengan itu dan pandemi," sambung dia.

"Juga, selama penguncian, orang-orang menuju ke ruang terbuka dan mendengar burung-burung bernyanyi, dan senang berada di luar ruangan, dan telah melihat betapa pentingnya lanskap bagi mereka."

Badan amal tersebut didirikan pada 1989, awalnya untuk membeli dan melindungi habitat yang digunakan oleh burung-burung yang bermigrasi di Belize, Amerika Tengah.

Berawal dari sebuah bangunan bekas toko di Halesworth, lembaga ini sekarang bekerja dengan 24 organisasi di 34 negara, dan telah membantu mengamankan jutaan hektar, setara dengan ukuran Siprus.

Proyeknya termasuk menanam dua juta pohon, mendukung masyarakat, memungkinkan masyarakat setempat untuk melindungi, mengelola, dan memelihara habitat berharga di depan pintu mereka.

"Pendekatan kami adalah untuk menginspirasi, kami membuat dampak besar di seluruh dunia dari Amerika Tengah dan Selatan, ke Afrika, India, Armenia, sampai ke Vietnam, Kalimantan, dan Malaysia," tambah Bradbury.

Di Tanzania timur, hutan pantai menyediakan habitat bagi gajah, singa, semak Rondo, dan berbagai jenis burung.

Tapi hutan tersebut menghilang sangat cepat karena dialihkan untuk pertanian mete dan wijen, dan hanya 10 persen yang tersisa.

TAGS : Krisis Iklim Covid-19 World Land Trust




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :