Senin, 26/07/2021 04:11 WIB

Simulasi Pasangan Capres Cawapres, Prabowo - Anies Paling Joos

Puan Maharani punya waktu yang cukup untuk mengangkat elektabilitas

Potret Survei Parameter Politik Indonesia tentang Elektabilitas Kandidat Capres 2024

Jakarta, Jurnas.com - Hasil Survei Parameter Politik Indonesia menemukan bahwa jika simulasi pasangan Capres dan Cawapres dilakukan, maka pasangan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sangat kuat untuk dikalahkan.

Dalam simulasi itu, Parameter Politik Indonesia memasangkan Prabowo-Anies melawan Puan Maharani-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hasilnya Prabowo-Anies meraih 43,8 persen berbanding Puan Maharani - AHY 13,9 persen. Namun angka pemilih mengambang masing tinggi, yakni 42,3 persen.

Kemudian jika simulasinya adalah Anies Baswedan berpasangan dengan AHY, melawan Prabowo - Puan Maharani, maka Anies-AHY unggul dengan 35,9 persen, berbanding Prabowo-Puan 21,8 persen. Sementara pemilih yang belum menjawab juga tinggi, yakni 42,3 persen.

Simulasi selanjutnya adalah manakala Prabowo berpasangan dengan Ganjar Prabowo melawan Anies-Sandiaga Uno, maka Prabowo-Ganjar unggul dengan 37,5 persen berbanding Anies-Sandi 32,1 persen. Sedangkanangka swing voternya 32,2 persen.

Adapun simulasi Prabowo-Sandi melawan Puan-Anies, maka elektabilutas Prabowo-Sandi unggul dengan 37,7 persen melawan Anies - Puan sebesar 25,1 persen dan swing voter sebesar 37,2 persen.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayotno menyimpulkan, secara umum, posisi kuat Prabowo Subianto adalah sebagai capres. Dimulai dari pasangan Prabowo-Anies Baswedan (42,8%), Prabowo Sandiaga Uno (37,7%), Prabowo-Ganjar Pranowo (357%), sementara Pasangan Prabowo-Puan meraih dukungan 21,8%.

"Kemudian dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai capres juga terlihat kuat. Hal ini terlihat dari perolehan suara simulasi Anies-AHY 35,9% dan Anies-Sandi 32.1%," katanya.

Adi menilai sementara ini dukungan terhadap Puan Maharani sebagai capres belum signifikan. Misalnya dalam simulasi duet Puan-Anies yang hanya memperoleh 25,1%. Begitupun pasangan Puan-AHY hanya mendapat 13,9%.

Namun demikian, pendapat ini dibantah Politikus Kawakan PDIP Effendi Simbolon. Menurutnya, justru Puan Maharani adalah tokoh penentu karena membawa visi nasionalis yang kuat untuk disandingkan dengan kelompok religius.

"Saya pribadi usul Puan berpasangan sengan Anies akan sangat kuat pada akhirnya," kata Simbolon.

Ia juga menegaskan bahwa Puan Maharani punya waktu yang cukup untuk mengangkat elektabilitas hingga bersaing di papan atas.

"Kalau mau ayo, kita menyapa masyarakat. Menangis tertawa bersama masyarakat, maka dalam dua atau tiga bulan saja saya yakin Mba Puan bisa menembus dua digit," ungkap Simbolon.

"Sebab sekarang saja, elektabilitas Mba Puan sudah naik dari 1 persen menjadi hampur 2 persen. Ini padahal baru Simbopon saja yang bicara, belum kalau yang lain mendukung," tegasnya.

Survei Parameter Politik Indonesia ini mengambil populasi warga Indonesia yang telah memiliki hak pilih sesuai Undang Undang yang berlaku. Pengumpulan data dilakukan pada 23 - 28 Mei 2021.

Sampel sebanyak 1.200 responden. Diambil dengan menggunakan metode simple random sampling dari 6,000 nomor HP yang sudah dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada dan disesuaikan dengan proporsi populasi serta gender.

MARGIN of error survei sebesar + 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan metode telepalling menggunakan kuisioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih.

TAGS : Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno Prabowo Subianto Anies Baswedan Puan Maharani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :