Kamis, 17/06/2021 00:07 WIB

Cara Ini Anak Sembuh Dari Hipospadia dan Kelainan Genitalia

Penanganan medis yang segera dan tepat akan membantu agar anak dengan kasus ini memiliki kualitas hidup yang lebih baik

Ilustrasi balita (Foto : Jurnas/Netralnews.com)

Jakarta, Jurnas.com –  Bila seorang anak menunjukkan adanya tanda dan gejala Hipospadia dan kelainan genital lainnya maka orang tua diimbau untuk segera melakukan deteksi dini dan mencari penanganan medis yang tepat karena penyakit ini dapat disembuhkan. Penanganan medis yang segera dan tepat akan membantu agar anak dengan kasus ini memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Asri Urology Center (AUC) yang merupakan bagian dari Siloam Hospitals ASRI dalam Virtual Media Briefing hari ini memberikan edukasi tentang Hipospadia dan kelainan genitalia lainnya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran orang tua dalam deteksi dini dan mencari penanganan medis yang tepat.

Pada kesempatan yang sama, dr. Arry Rodjani, Sp.U (K), Dokter Spesialis Urologi, mengatakan bahwa hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir pada genitalia pria yang ditandai dengan letak lubang saluran kemih yang tidak terletak pada ujung penis akan tetapi terletak pada bagian bawah batang penis.

“Kulit kulup yang tidak terbentuk sempurna dan tampak berkumpul dibagian atas penis sedangkan bagian bawahnya tidak tertutup (seperti hoodie) dan penis akan tampak bengkok saat ereksi. Hipospadia merupakan kasus kelainan genital yang sering ditemukan. Hipospadia tidak menimbulkan rasa sakit namun menyebabkan gangguan saat berkemih. Kelainan ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yaitu gangguan pada fungsi reproduksi, infertilitas, dan psikologi jika tidak diterapi dengan benar,” jelas Arry.

Angka kejadian berkisar 1 dari 200-300 kelahiran bayi laki-laki dan akhir-akhir ini disinyalir angka kejadian lebih kerap terjadi yang diduga karena faktor polusi udara, penggunaan insektisida pada bahan-bahan makanan, penggunaan kosmetik saat kehamilan dan zat-zat lain yang dapat mengganggu sistem endokrin saat kehamilan sebagai penyebab terjadinya hipospadia. Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena hipospadia.

Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K), Dokter Spesialis Urologi menjelaskan kasus kelainan genital karena bawaan lahir umumnya terjadi akibat pembentukan organ genitalia yang tidak sempurna selama bayi di dalam kandungan. Proses pembentukan organ genitalia ini melibatkan banyak faktor, mulai dari faktor genetik (kromosom seks), gonad, hormon, hingga reseptor hormon. Gangguan pada salah satu atau beberapa faktor dalam proses pembentukan ini akan dapat menyebabkan kelainan genital.

“Kasus kulit penis menutupi lubang kencing atau fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir masih dianggap sebagai kasus normal sampai usia anak 3 tahun. Seiring perkembangan usia, pada 90% anak laki-laki dengan fimosis, lubang kencing tersebut akan terbuka dan terlihat. Orang tua tidak perlu terlalu khawatir, tetapi terus melakukan pemeriksaan genital anak. Namun jika pada fase tersebut timbul infeksi, sulit kencing, sampai membentuk balon gelembung saat anak buang air kecil, orang tua harus segera membawa anaknya ke dokter. Pengobatannya dengan cara memaparkan lubang kencing dari penempelan kulit penis dan memberikan salep. Jika upaya ini tidak efektif, perlu dilakukan sunat,” terang Irfan.

Irfan juga menghimbau bahwa kelainan genital pada anak merupakan sesuatu yang mudah dilihat, diraba, dan diobservasi dengan kedua mata. Orang tua mempunyai peran penting untuk ikut mengenali kelainan genitalia anaknya, khususnya di awal 2 tahun pertama kehidupan saat mereka membantu memandikan, mengganti popok hingga mengajari toilet training. Meskipun kasus seperti itu lebih banyak terjadi pada anak laki-laki, tidak tertutup kemungkinan anak perempuan pun bisa mengalaminya.

Jika ada kecurigaan, segera periksakan ke dokter agar mendapat tindakan segera dan tepat. Jangan sampai telat sehingga berakibat anak mulai mengalami kebingungan akan identitas gendernya ataupun mengalami gangguan psikologis.

Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K),  Ketua Asri Urology Center (AUC) mengatakan Siloam Hospitals ASRI memiliki layanan terbarunya yaitu Hipospadia Center. Layanan ini  diharapkan dapat memberikan layanan terbaik untuk masalah Hipospadia dan kelainan genital lainnya pada anak.

Di layanan ini, orang tua dapat melakukan layanan telekonsultasi, sehingga informasi yang tepat dan sahih langsung didapatkan dari ahlinya. Telekonsultasi juga dapat membantu memberikan informasi menengenai persiapan apa saja yang diperlukan sebelum melakukan operasi, serta informasi mengenai pasca-operasi yang sangat membantu bagi para pasien dari luar kota.

TAGS : Anak Hipospadia Kelainan Genital Bayi Laki-laki




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :